Tanjungpinang, mejaredaksi – Sebanyak 10 calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tanjungpinang mengikuti tahapan verifikasi faktual atau wawancara sebagai bagian dari proses seleksi calon pimpinan periode mendatang. Tahapan tersebut diharapkan melahirkan pengelola zakat yang profesional, berintegritas, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Proses seleksi berlangsung di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Jumat (17/7/2026), dengan menghadirkan Pimpinan Baznas RI sekaligus Pembina Wilayah Kepri, Syarifuddin, sebagai bagian dari tim verifikasi.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan keterlibatan Baznas RI menunjukkan komitmen agar proses pemilihan pimpinan Baznas daerah berjalan objektif, transparan, profesional, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Baznas memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan umat dan pengentasan kemiskinan. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang amanah dan profesional, Baznas mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi umat,” ujarnya
Ia berharap proses seleksi tersebut menghasilkan pimpinan yang tidak hanya memiliki kompetensi dan integritas, tetapi juga visi yang kuat untuk membawa Baznas Kota Tanjungpinang semakin maju.
“Saya berharap akan lahir pimpinan yang mampu membawa Baznas Kota Tanjungpinang menjadi lembaga yang semakin profesional, terpercaya, dan berdampak bagi masyarakat,” katanya.
Lis juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan tahapan wawancara sebagai kesempatan menunjukkan kapasitas, pengalaman, serta komitmen dalam mengemban amanah pengelolaan zakat.
Sementara itu, Pimpinan Baznas RI sekaligus Pembina Wilayah Kepri, H. Syarifuddin, menegaskan seluruh program Baznas harus berjalan selaras dengan program pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Keberadaan Baznas diharapkan dapat memberikan manfaat bagi seluruh lini kehidupan masyarakat sehingga sinergi dengan pemerintah menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas program pemberdayaan umat,” ujarnya.






