Peristiwa

PT BAI Timbun Bakau, Buaya Pindah ke Pemukiman Penduduk

BINTAN- Reklamasi laut dan penimbunan hutan bakau di Galang Batang oleh PT Bintan Almunium Indonesia (PT BAI) berpengaruh terhadap kenyamanan habitat buaya. Akhir-akhir ini penduduk semakin sering menemukan buaya berada di pemukiman nelayan.Seperti halnya di kawasan masyararakat suku laut RT 04/02 kelurahan Kawal Kecamatan Gunung Kijang yang sempat dihebohkan dengan tangkapan buaya berukuran 2 meter.

“Buayanya masuk kedalam tangkul penangkap ikan,” kata pemilik bubu, La Ami, Selasa (19/3).

Buaya yang tertangkap ini sudah kedua kalinya setelah sebulan yang lalu juga pernah terjaring dijaring nelayan. La Ami mengatakan buaya itu masuk ke bubu karena ingin memakan ikan didalam. Padahal selama ini, kejadian seperti itu jarang terjadi. La Ami mengatakan semua itu bisa saja dipengaruhi penimbunan bakau yang dilakukan PT BAI.

Meskipun belum ada korban manusia, masyarakat sekitar semakin kurang nyaman dengan hadirnya buaya di areal penangkapan ikan yang sering mereka datangi. Terlebih lagi anak suku laut pergi ke sekolah SD 006 Kawal harus menyeberangi lumpur jika ingin sekolah karena
belum ada jembatan.

Ketua nelayan pesisir suku Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) PD Bintan, Syukur Hariyanto mengatakan perhatian pemerintah agar segera membangun jembatan penyebrangan di wilayah mereka. “Camat dan lurah sudah berjanji merealisasikan agar dipertimbangkan di musrembang Kabupaten.

“Dari bupati belum pernah dijanjikan, tetapi ini harus diprioritaskan dalam pembangunan nantinya,” ungkap Syukur.

Selain itu Syukur juga sangat menyayangkan kegiatan penimbunan yang dilakukan PT BAI yang sudah berjalan kurang lebih 3 tahun tapi tidak ada larangan.

Syukur mengatakan dalam waktu dekat, nelayan, masyarakat dan mahasiswa akan menuntut aktifitas reklamasi dan penimbunan yang dilakukan PT BAI untuk dihentikan. Masyarakat menilai terlalu banyak dampak buruk yang diterima efek dari penimbunan tersebut.

“Kami dengar ada kaitannya dengan anggota dewan, tapi kami tidak takut,” kata Syukur. (zu)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close