HukrimPeristiwaTanjungpinang

Berikut Kata Polisi Terkait Penemuan Mayat Pria Paruh Baya di Tanjungpinang 

Pemko
Mayat Firdaus saat dibawa ke Rumah Sakit menggunakan ambulance, f : ist

Tanjungpinang, MR – Seorang pria paruh baya ditemukan meninggal di kamar kosnya, Jalan Numbing Kelurahan Seijang, Kota Tanjungpinang, pada Rabu (20/1/2021) sekira pukul 12.30 WIB.

Penemuan jenazah korban bernama Muhammad Syarif Firdaus (50) ini, sempat membuat membuat kaget warga sekitar.

Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Bestari, AKP Anak Agung Ade Winarta megatakan pria tersebut ditemukan dalam keadaan terbaring dan tidak bernyawa.

“Iya benar didalam tadi ditemukan jenazahnya, kondisi dalam keadaan terbaring, dan badannya kurus,” ujar AKP Agung usai mengevakuasi mayat Firdaus, Rabu (20/1/2021) siang.

Agung juga mengakui, diseputaran tubuh mayat korban yang kurus itu terdapat obat-obatan. Namun, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dulu, terkait penemuan obat tersebut.

“Diseputaran mayat ada banyak obat-obataan, kita tidak bisa menduga, kita akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Sekarang, kata dia mayat paruh baya itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT).

“Nanti dokter yang menjelaskan itu obat sakit apa, dan kita akan selidiki terus,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua RT 1 RW 5 Kelurahan Sei Jang Kecamatan Bukit Bestari, Kibarul Katsmi menyampaikan kejadian itu diketahui oleh para warga usai, anak kos-kosan yang berada di sebelah rumah korban, mengunjungi rumah korban.

Tiba-tiba, salah satu anak kosan yang bernama Angga melihat korban sudah terbujur kaku dan sudah tidak bernyawa lagi. Sehingga Angga menghubungi RT setempat.

“Dapat laporan saya langsung menghubungi polisi,” ujarnya.

Kibarul mengakui, setiap harinya dirinya meminta bantuan kepada Angga, untuk membeli makanan dan keperluan korban. Tetapi pada hari ini korban tidak menghubunginya.

“Makanya Dia (Angga) melihat kerumah nya,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, korban ini tinggal sendirian di dalam rumah kos-kosan dan tidak ada teman atau keluarganya.

Selain itu, kata dia terakhir bertemu korban saat memberi bantuan musibah banjir beberapa waktu lalu.

“Saya lihat korban memang sudah sakit parah dan kondisi tubuh sudah sangat kurus,” tukasnya.(red)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close