EkBis

Kenaikan Harga Daging Sapi Jelang Lebaran, Masyarakat Sudah Maklum

Aktivitas penjualan daging sapi segar di pasar Bintan Center Tanjungpinang.

Tanjungpinang, MR – Kenaikan harga daging sapi segar menjelang lebaran selalu saja terjadi setiap tahunnya. Kenaikan harga bahkan hampir terjadi di seluruh wilayah indonesia.

Meski memberatkan, menurut Sri Sumarlini, seorang ibu rumah tangga yang ditemui di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, Senin (10/5/2021), kenaikan harga tersebut sudah menjadi kebiasaan dan dimaklumi oleh masyarakat.

“Jelas memberatkan bagi yang ekonominya lemah, tapi gimana lagi, satu sisi masyarakat membutuhkan, satu sisi ini momen pedagang mencari untung,” ujar Sri Sumarlini.

Menurutnya, kebutuhan daging untuk lebaran sudah menjadi tradisi masyarakat setiap tahunnya.

“Kalau tidak bisa membeli satu kilo, minimal setengah kilo lah, yang penting bisa makan daging di hari lebaran,” jelasnya.

Dari pantauan di pasar Bintan Center Tanjungpinang, H-3 lebaran, kios-kios daging sapi segar dipenuhi oleh para pembeli.

Menurut Thmarin, salah seorang pedagang daging sapi segar di pasar Bintan Center, harga daging sapi segar mengalami kenaikan sejak H-7 lebaran.

“Sejak H-7 harga sudah Rp 160 ribu per kilo, sebelumnya harga Rp 140 per kilo,” kata Thamrin.

Thamrin menjelaskan, kenaikan harga daging sapi segar jelang lebaran ini bukan karena harga sapi yang naik namun karena banyak bagian tubuh sapi yang tidak terjual maksimal.

“Penyebabnya itu banyak Jeroan Sapi yang tidak terjual, bayangkan makin banyak sapi yang dipotong makin banyak Jeroannya yang tidak terjual maksimal, karena hampir semua pembeli membeli dagingnya,” jelas Thamrin. Red.

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close