Hukrim

Oknum ASN Pemko Tanjungpinang Ternyata Menipu Anggota Dewan Bintan

TANJUNGPINANG, MR – Bermodus bisa memasukan anak anggota DPRD Bintan menjadi siswa IPDN, oknum ASN Pemko Tanjungpinang Vinna Saktiani (VS) tipu ratusan juta.

Kasatreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra mengatakan, kasus tindakan pidana penipuan dan penggelapan ini dilaporkan korban yang merupakan anggota dewan Bintan.

Kejadian maret 2019 saudara DW mengatakan kepada anak pelapor yang bernama YZ bahwa tantenya  VS bisa memasukkan seseorang untuk masuk ke jenjang pendidikan IPDN.

Mengetahui itu, anak pelapor memberi tahu pelapor dan setelah itu pelapor langsung melakukan pertemuan dengan terlapor VS di dekat cafe.

“Setelah bertemu terlapor VS meyakinkan pelapor bahwa anak pelapor bisa masuk IPDN dan setelah beberapa kali pertemuan¬† pelapor menyerahkan uang sebesar Rp 300 juta,” katanya saat press rilis di Mapolres Tanjungpinang.

Lanjutnya, anak pelapor mengikuti proses ujian teknis kemampuan dasar (TKD) dan anak pelapor tidak lulus.

kemudian pelapor memberi tahu kepada VS dan terlapor menjawab nanti bisa lewat jalur belakang begitu sudah mengikuti pelantikan siswa dan tunggu saja nanti di bandung.

“Dengan itu, pelapor dan anak pelapor berangkat ke kampus IPDN dan menunggu terlapor VS di kantin kampus IPDN Jatinangor dengan tujuan menunggu arahan dari terlapor,” sebutnya.

Namun terlapor mengatakan untuk sekarang ini tidak bisa masuk, tapi tunggu saja pada saat siswa setelah mengikuti mengikuti pendidikan dasar diakpol dan setelah siswa kembali ke barak kita sisipkan. Akhirnya anak pelapor mengikuti arahan terlapor VS dan sampai dua bulan.

“Tapi anak pelapor tidak juga bisa masuk dan akhirnya pelapor kembali menghubungi terlapor VS dan terlapor mengatakan akan mengembalikan uang pelapor,” jelasnya.

Kasat menyebutkan, November 2019 terlapor VS menyerahkan uang sebesar Rp 100 juta kepada pelapor dengan tanda terima dipegang oleh terlapor dan kemudian sekira bulan desember tahun 2019 terlapor VS menyerahkan CEK Bank Mandiri Tanjungpinang PT. KAP senilai Rp 200 juta.

Setelah di kliring ke Bank Mandiri bahwa Cek tersebut tidak ada dananya lalu pelapor pun memberitahukan hal tersebut kepada VS dan terlapor mengatakan nanti akan dibayar langsung.

Awal tahun 2020 terlapor VS kembali menyerahkan uang sebesar Rp 70 juta dan sebulan kemudian terlapor VS kembali menyerahkan uang sebesar Rp 20 juta.

“Sedangkan sisanya sebesar Rp 110 sampai saat ini tidak ada kepastian atau itikad baik dari VS untuk mengembalikan sehingga pelapor melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian,” ungkapnya.

Atas perbuatanya tersangka oknum ASN pemko Tanjungpinang melanggar pasal 378 dan atau pasal 372 KUHPidana dengan ancaman 4 tahun penjara. (red)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close