BintanKepriPemerintahan

Pengungsi Afghanistan di Kepri Khawatir Keluarganya Jadi Korban Kekerasan Taliban

Harapkan Bantuan Dunia Internasional dan Indonesia

Kepri Prov
Muhammad Zainal Ahmadi (baju biru) bersama temannya, pengungsi asal Afghanistan di Hotel Badhra Resort, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Bintan, MR – Ratusan imigran pencari suaka atau para pengungsi (refugees) asal Afghanistan menyuarakan kekhawatiran atas keselamatan keluarganya yang kemungkinan terancam menjadi korban kekerasan Taliban, di Hotel Badhra Resort, Toapaya Asri, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (23/8/2021).

Ungkapan kekhawatiran pengungsi Afghanistan yang saat ini dalam pengawasan Kanwil Kemenkumham Kepri dan Internasional Organization for Migration (IOM), setelah Taliban menguasai Afghanistan dan hingga saat ini pula mereka sulit menghubungi keluarganya disana.

Salah satu pengungsi Afghanistan, Muhammad Zainal Ahmadi menyampaikan anak dan istrinya masih di Afghanistan. Saat ini, Ia tidak mengetahui keselamatan keluarganya tersebut karena belum bisa menghubungi melalui internet.

“Setelah kejadian ini, kami disini berusaha mencari tau nasib keluarga yang masih disana. Untuk internet disana sudah tidak ada, sangat sulit,” ungkap Ahmadi yang mengakui sudah hampir 8 tahun berada di Kepri.

Ia mengaku, keluar meninggalkan negaranya (Afghanistan) dan mengungsi hingga sampai ke Indonesia karena tidak tahan dengan ancaman dan kekerasan Taliban.

“Saya dan pengungsi lainnya aman disini (Kepri), tapi kami sangat khawatir keselamatan keluarga kami di Afghanistan,” kata Ahmadi yang sudah fasih berbahasa Indonesia.

Dikatakan Ahmadi, para pengungsi asal Afghanistan disini hanya bisa mencari informasi kekacauan negaranya saat ini melalui media sosial (Medsos) dan berita-berita di internet. Ribuan orang berusaha meninggalkan Afghanistan, melalui Bandara dan perbatasan.

“Kami hanya bisa mencari informasi dari media sosial dan berita, mudah-mudahan kami dapat infromasi keluarga kami. Saya bicara dengan teman pengungsi lainnya, ada juga keluarganya yang menjadi korban kekerasan Taliban disana,” ujarnya.

Sehingga Ia dan pengungsi lainnya, berharap dari organisasi kemanusiaan dunia dan pemerintah Indonesia dapat memberikan bantuan perlindungan kepada warga Afghanistan yang hidup dalam kecemasan dan tekanan Taliban.

“Saya berharap warga Afghanistan disana mendapat perindungan. Dan kami juga berharap dapatkan solusi untuk pengungsi disini, karena kami sudah bertahun-tahun disini, saya 8 tahun, ada yang 11 tahun, kami juga perlu kerja, perlu hidup normal kembali,” pungkasnya.

Dari data Kanwil Kemenkumham Kepri, ada sebanyak 693 imigran atau pengungsi adal Afghanistan di Provinsi Kepri. Dengan rincian, Laki-laki 596 orang dan Perempuan 97 orang.

Sebanyak 333 pengungsi Afghanistan di Hotel Badhra Resort, Bintan. Di Hotel Kolekta, Batam sebanyak 175 pengungsi Afghanistan, di AND Sekupang, Batam sebanyak 181 pengungsi Afghanistan dan ada juga di penampungan mandiri sebanyak 4 pengungsi Afghanistan. Bar

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close