IndepthKepriPemerintahan

T3VAK SIREH Program Strategi Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri

Kepri Prov
Ilustrasi-Vaksinasi.

Tanjungpinang, MR – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) terus melakukan inovasi dalam upaya penanganan penyebaran Covid-19, berupa program strategi T3VAK SIREH.

Langkah-langkah strategi tersebut disampaikan oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang menjelaskan strategi penanganan pandemi Covid-19 di Kepri dinamakan sebagai T3VAK SIREH. Penggunaan tagline tersebut untuk menghadirkan program penanganan yang sesuai dengan kearifan lokal Kepri yaitu Tepak Sirih.

T3VAK SIREH terdiri dari berbagai program. Yang pertama T3 yaitu penguatan kapasitas layanan dan respon 3T (Tracing, Testing, dan Treatment). Lalu ada VAK yang dimaksudkan sebagai program percepatan vaksinasi di Kepri.

Kemudian SI merupakan penguatan koordinasi dan komunikasi dengan optimalisasi pola kemitraan pentahelix. Dan yang terakhir adalah REH yaitu Rehabilitasi Ekonomi dan Sosial melalui pemberian bantuan sosial dan subsidi bantuan ekonomi kepada masyarakat.

“Jadi memang kami terus melakukan berbagai upaya terbaik agar penanganannya pandemi Covid-19 di Kepri tidak semakin parah, mengingat posisi Kepri yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga menjadikan Kepri rentan,” jelas Ansar.

Berbagai inovasi telah dilakukan Pemprov Kepri bersama dengan Forkompinda untuk mengontrol pandemi Covid-19. Di antaranya adalah membentuk satgas khusus pemulangan Pekerja Migran Indonesia dari luar negeri yang masuk melalui Kepri. Juga dilakukan asistensi kepada kabupaten dan terkait vaksinasi dan monitoring evaluasi dilakukan secara berkesinambungan.

“Saya bersama Forkompinda Kepri setiap minggunya melakukan rapat evaluasi bersama kabupaten/kota. Lalu satu atau dua kali dalam sebulan turun langsung ke daerah-daerah untuk melihat bagaimana perkembangan vaksinasi dan penanganan pasien,” papar Ansar.

Selain itu, Ansar juga memaparkan tentang strategi dan program yang dijalankan untuk memilihkan perkenomian di Kepri pasca pandemi Covid-19. Diantaranya yaitu program Kepri Terang yang memastikan seluruh desa di Kepri teraliri listrik, digitalisasi layanan perizinan, bantuan bunga nol persen bagi UMKM, dan percepatan program padat karya tunai.

“Pemulihan ekonomi menjadi PR kita selanjutnya, tapi saya yakin ekonomi Kepri akan pulih jika kita bisa terus menjaga sinergitas dan kekompakan,” pungksnya.

Upaya pencegahan Covid-19 yang dilakukan saat ini berkosentrasi menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) bulan depan. Dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Mohammad Bisri bahwa lonjakan kasus Covid-19 berpotensi terjadi pada akhir tahun.

“Dari pengalaman tahun lalu, pada libur Nataru terjadi mobilitas masyarakat meningkat. Sehingga kasus dan kematian melonjak tajam. Jadi perlu dilakukan pencegahan yang dimulai saat ini,” ujar Bisri saat dihubungi melalui sambungan seluler.

Selain itu, dikatakan Bisri langkah antisipasi tersebut juga terkait prediksi penyebaran varian baru (Covid-19 varian delta plus) yang sudah ditemukan di beberapa negara tetangga.

“Daerah kita (Kepri) dekat dengan negara Singapura dan Malaysia. Dua negara tersebut telah ditemukan kasus Covid-19 delta plus atau AY.4.2. Jadi kita perlu mewaspadainya,” jelas Bisri.

Dengan demikian, kata Bisri pihaknya telah melakukan sejumlah strategi pencegahan tersebut. Pertama, waspada peneyabaran dengan mengingatkan masyarakat untuk disiplin menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes). Kedua, mendorong masyarakat untuk mempercepat vaksinasi terutama kepala Lansia (Lanjut Usia).

“Upaya tersebut kita terus lakukan saat ini, sambil menunggu aturan teknis terkait kebijakan pusat penerapan PPKM Level 3 semasa liburan Nataru,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri ini.

Selain mengingatkan selalu waspada dan untuk tetap disiplin Prokes, Bisri juga meminta masyarakat tidak terlena dan lengah dengan status PPKM serta jumlah kasus yang saat ini terus melandai.

“Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap mematuhi kebijakan pemerintah. Dalam pengawasan serta pengendalian mobilitas masyarakat nanti, yang tujuannya pencegahan lonjakan kasus Covid-19,” ujarnya.

Data Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kepri pada Jumat (19/11/2021), tercatat dalam kasus aktif tinggal 7 orang dengan rincian Kota Batam 2 orang, Tanjungpinang 2 orang, Karimun 1 orang, Bintan 1 orang, Anambas 1 orang dan untuk Lingga dan Natuna nihil kasus aktif.

“Meskipun dua daerah sudah nihil kasus terkonfirmasi positif, tetapi baru Lingga berstatus zona hijau atau zero kasus Covid-19 sedangkan Natuna masih berstatus zona kuning. Untuk kabupaten/kota lainnya juga masih berstatus zona kuning atau resiko rendah penyebaran Covid-19,” jelas Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kepri, Lamidi.

BOR Rumah Sakit Se-Provinsi Kepri 1.47 persen dan Positivity Rate di angka 0.03 persen. Seperti di Kota Tanjungpinang berada diangka 0,04 persen, Kota Batam 0,02 persen, Bintan 0,00 persen, Karimun 0,09 persen, Lingga 0,00 persen, Anambas 0,59 persen, dan Kabupaten Natuna 0,00 persen.

Sedangkan data capaian vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kepri mencapai 91,93 persen atau sebanyak 1.453.496 orang pada dosis pertama. Pada dosis kedua, mencapai 72,56 persen atau 1.147.160 orang.

Sedangkan rincian, total capaian vaksinasi Covid-19 bagi Lansia mencapai 70,26 persen atau sebanyak 61.212 orang pada dosis pertama. Sedangkan pada dosis kedua mencapai 52,42 persen atau sebanyak 45.671 orang.

Selain itu dengan rincian, total capaian vaksinasi Covid-19 bagi usia diatas 18 tahun mencapai 94,19 persen atau sebanyak 1.293.617 orang pada dosis pertama. Sedangkan pada dosis kedua mencapai 74,31 persen atau sebanyak 1.020.618 orang.

Kemudian total capaian vaksinasi Covid-19 bagi usia 12-17 tahun mencapai 76,99 persen atau sebanyak 159.879 anak pada dosis pertama. Sedangkan pada dosis kedua mencapai 60,94 persen atau sebanyak 126.542 anak. Bar

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close