NatunaPemerintahan

Antisipasi Adanya Aliran Kepercayaan, Kejari Natuna Gelar Pakem

Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna menggelar rapat koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem), di aula Kejaksaan Negeri Natuna.

Natuna, MR – Antisipasi keberadaan aliran kepercayaan yang dimungkinkan dapat mengganggu ketertiban umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna menggelar rapat koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem), di aula Kejaksaan Negeri Natuna, Kamis (19/5/2022).

Rapat dipimpin langsung kepala Kejaksaan Negeri Natuna Imam MS Sidabutar yang didampingi Kasi Intelijen Kejari Natuna Maiman Limbong dan dikuti tim Pakem Natuna.

Kajari Natuna Imam MS Sidabutar mengatakan, rapat dengan tujuan meningkatkan kerjasama dan sinergitas untuk melakukan deteksi dini, guna mengantisipasi adanya aliran kepercayaan dan aliran Keagamaan yang dapat meresahkan dan akan mengganggu ketentraman dan ketertiban Masyarakat.

“Sehingga dipandang perlu adanya pengawasan oleh tim Pakem Kabupaten Natuna dan dengan adanya rapat koordinasi ini situasi dan kondisi Kabupaten Natuna menjadi kondusif, aman, nyaman serta damai,” katanya.

Lanjutnya, tim pakem baik vertikal dan pemerintah daerah untuk selalu berkoordinasi dalam pengawasan aliran kepercayaan. Dari laporan Bakesbangpol Natuna adanya aliran Jemaah Ahmadiah yang dipimpin oleh saudara Teguh Mubarak dengan jumlah pengikut sebanyak satu orang.

Laporan aliran ini sudah lama, mereka juga sudah lama bertahun tinggal di Natuna maka perlu untuk kita mendalami lagi bagaimana implementasinya agar Jemaah Ahmadiah ini bisa kita monitor dan nantinya juga per triwulan dilaporkan secara berjenjang kepimpinan, baik dari data diri,tempat tinggal harus selalu diupdate.

Kajari menuturkan, di Kecamatan Subi juga ada isu aliran kepercayaan, maka perlu untuk kita bersama berkoordinasi untuk mencari dan mendalami terhadap isu tersebut.

“Semua lini membuat laporan kepimpinan terkait aliran kepercayaan yang terjadi diwilayahnya. Para Camat jangan bekerja sendiri, laporkan,rapatkan dengan stakeholder yang ada untuk menangkal isu yang terjadi,” lanjutnya.

Sebutnya, Natuna ini merupakan daerah pertahanan keamanan, jadi aliran ini bisa kita cegah dalam cara preventif dan persuasif. Jangan sampai berkembang dan meresahkan masyarakat. Para Camat berkoordinasi dengan Kejaksaan dan Semoga selalu untuk menciptakan rasa aman di Kabupaten Natuna tercinta ini.

“Seperti desas desus isu aliran Kecamatan Subi. Mohon dipantau dan dicari datanya, mari kita saling bersenergi dalam hal ini, lakukan pendekatan secara persuasif semoga mereka bisa kembali kejalan yang benar,” pungkasnya.

Kakankemenag Kabupaten Natuna, Budi Dermawan menjelaskan, dapat dilaporkan yang pertama setiap apa yang sudah dimusyawarahkan masyarakat memohon kepada tim pakem mohon untuk ditindaklanjuti. Aliran Ahmadiah dan aliran yang dengan cara tersendiri sendiri dalam mengajarkan alirannya. Maka setiap isu yang terjadi mari kira tanggapi dengan serius.

“Pengawasan kita saat ini hanya bersifat teknis. Bagaimana juga kita melaksanakan pembinaan kepada aliran tersebut agar tidak berkembang di Natuna,” jelasnya.

Kepala Seksi Intelijen, Maiman Limbong menjelaskan, kegiatan rapat koordinasi tim Pakem dilaksanakan setiap tahun dalam rangka mengawasi aliran kepercayaan atau aliran keagamaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara serta pencegahan penyalahgunaan atau penodaan agama sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia Pasal 30 ayat 3 jo Undang-undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 16 Tahun 2004.

“Bisa diancam dengan hukuman penjara selamaa 5 tahun. Lebih besar Narkoba dan lainnya,” ungkapnya.

Kabakesbangpol Helmi Wahyuda mengungkapkan, bila ada yang dicurigai dapat dilaporkan, kami selalu melakukan pemantauan yang melibatkan RT RW dan lurah dan selalu turun kelapangan apabila ada isu isu tentang laporan aliran yang ada dikecamatan. Namun karna anggaran saat ini terbatas, kami akan berkoordinasi dengan para camat untuk melaporkan aliran yang ada diwilayahnya.

“Alhamdulillah tidak ada kegiatan menonjol yang mereka lakukan. Tapi kita akan selalu pantau agar tidak berkembang dan keberhasilan tim Pakem dengan mendekatkan mereka kembali kejalan yang benar,” katanya.

Camat Bunguran Timur, Hamid Hasnan mengatakan, melihat perkembangan saudara Teguh Mubarak, tidak ada pergerakan dalam mengembangkan alirannya. Hal ini selalu dipantau oleh RT RW diwilayah tersebut. Saudara teguh mubarak ini, tidak bekerja lagi, tetapi dapat sumber dana dalam menuhi kehidupan sehari-harinya.

“KTP Teguh Mubarak agamanya Islam, secara fisik tidak meresahkan warga, namun secara psikisĀ  membuat tidak nyaman warga sekitar. Kalo pemerintah berkehendak,tidak ada yang tidak mungkin untuk memindahkan saudara teguh mubarak,” tutupnya. Red

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close