KarimunKepriPemerintahan

Masuk ASO Tahap 1, Kabupaten Karimun Masif ‘Off’ Siaran TV Digital

Karimun
Ilustasi pemasangan Set Top Box (STB). (Foto : istimewa)

Karimun, MR – Meski masuk dalam daftar daerah yang melaksanakan Analog Switch Off (ASO) tahap 1 pada 30 April 2022 lalu. Namun, hingga kini siaran TV digital di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, masih belum bisa difungsikan atau masih ‘off’.

Masyarakat di daerah tersebut belum bisa menikmati layanan siaran TV digital seperti ketiga kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepri.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kepri, Hengky Mohari, mengungkapkan penyebab belum adanya layanan sinyal TV digital di Karimun karena belum ada penyelenggara multiplexing (MUX) yang membangun pemancar disana.

“Sehingga, sinyal TV digital disana masih off. Kecuali di wilayah pesisir Karimun yang berdekatan dengan Batam, sehingga sinyal TV digital didapat dari Batam,” ungkapnya, Jumat (10/6/2022).

Ia menjelaskan, saat ini TVRI salah satu dari keempat penyelenggara MUX yang ditunjuk di Kepri sedang mengupayakan membangun pemancar disana. Diharapkan, dalam waktu dekat pemancar di Karimun sudah bisa beroperasi, sehingga masyarakat setempat dapat menikmati siaran TV digital.

Saat ini perkembangan siaran TV digital di Kepri masih dalam proses berjalan. Meski sudah memulai proses migrasi pada 30 April 2022 lalu, namun perjalanannya masih belum maksimal, karena keberadaan sinyal TV digital belum menyeluruh di semua daerah.

Bahkan, dari keempat daerah ditunjuk masuk dalam ASO tahap 1, masih ada satu daerah di Kabupaten Karimun yang masih Off.

“Saat ini masyarakat yang bisa menikmati siaran TV digital baru di Batam, Tanjungpinang, dan Bintan. Namun, yang paling lengkap di Batam, karena semua penyelenggara MUX ada disana,” sebut Hengky.

Kepri Masih Bisa Nikmati Siaran TV Analog

Selain itu, hingga kini siaran TV analog di wilayah Provinsi Kepri juga masih bisa diakses. Hal itu dikarenakan kebijakan pemerintah pusat yang menunda penghentian siaran TV analog di Kepri pada ASO tahap 1 30 April 2022 lalu.

“Ada 8 Wilayah yang dihentikan. Sedangkan, Kepri tidak masuk dalam daftar 8 Daerah itu. Sehingga, saat ini di Kepri bisa 2 sekaligus, yakni siaran TV digital dan analog,” sebutnya.

Kendati demikian, lanjut Hengky, dari pantauan nya di lapangan sudah banyak warga di 3 daerah di Kepri, yakni Kota Batam, Tanjungpinang dan Bintan yang sudah beralih ke siaran TV digital.

Hal itu dikarenakan banyaknya manfaat dan keunggulan yang bisa dinikmati saat menonton siaran tv digital.

“Di Kepri sendiri siaran TV digitah sudah ada 23 saluran, termasuk TV lokal yang berisi lokal konten,” tuturnya.

Ditambah lagi, kualitas gambar yang dihasilkan menggunakan Tv digital lebih jernih karena sudah Full High Definition (FHD).

“Dan yang terpenting lagi adalah siaran TV digital gratis tanpa dipungut biaya,” katanya.

Oleh karena itu, KPID Kepri mengimbau masyarakat Kepri yang masih menggunakan siaran TV analog dapat segera beralih ke siaran tv digital. Bagi Televisi yang mendukung siaran tersebut, dapat membeli STB di toko-toko terdekat.

“Di toko-toko sudah banyak. Disamping, penyaluran STB gratis bantuan pemerintah di Kepri juga terus berjalan, namun hanya untuk masyarakat yang masuk dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial,red),” demikian Hengky.

Kemkominfo Reviu 8 Daerah ASO Tahap 1

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaan ASO berjalan lancar. Menkominfo RI, Johnny G. Plate, menyatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap 8 daerah yang sudah melaksanakan ASO agar bisa menjadi contoh yang baik untuk pemberlakukan ASO tahap 2 dan 3 pada 25 Agustus serta 2 November 2022 mendatang.

“Kami bekerja dalam satu koordinasi yang baik agar jika ada masalah di lapangan segera dapat diatasi, termasuk dengan distribusi set top box (STB)-nya,” jelasnya dikutip dari laman resmi siarandigital.kominfo.go.id.

Menteri Johnny berharap, pelaksanaan multiple ASO menjadi bagian dari keberpihakan pemerintah, sehingga masyarakat dapat menikmati variasi siaran yang lebih baik dengan kualitas yang lebih baik pula.

“Seluruh rakyat Indonesia dengan dilaksanakan TV digital penuh ini bisa menikmati variasi dan varian siaran yang lebih banyak, baik itu film yang lebih baik, kanal TV yang lebih bervariasi, termasuk TVRI yang saat ini dengan berbagai jenis program bisa menjangkau masyarakat lebih luas di tanah air,” tuturnya.

Ia memaparkan, saat ini terdapat lebih dari 600 kanal siaran televisi yang ada di Indonesia. Maka dari itu, Menteri Johnny mendorong Lembaga Penyiaran Swasta, Komunitas dan Lokal yang sudah beroperasi saat ini segara bergabung dalam siaran digital agar bisa memudahkan masyarakat menikmati siaran digital.

“Saya berharap LPS yang saat ini sudah beroperasi dan lembaga penyiaran komunitas dan lokal itu bisa segara bergabung dan memastikan siarannya dapat melayani masyarakat dan masyarakat dapat menikmati siaran televisi digital,” ungkapnya.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Komunikasi Publik, Rosarita Niken Widiastuti, menyatakan Kementerian Kominfo telah melakukan reviu terhadap 8 wilayah siaran yang telah dihentikan siaran televisi analog.

Menurutnya, keberadaan siaran digital memungkinkan masyarakat menyaksikan layanan siaran lebih banyak dari sebelumnya.

“8 wilayah yang sudah dihentikan siarannya, dari wilayah tersebut untuk Wilayah Riau-4 yaitu Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti semula masyarakat hanya dapat menonton siaran analog TVRI lokal dan TV Bengkalis. Dengan adanya siaran digital, masyarakat bisa menonton TVRI Nasional, TVRI World, TVRI Sports,” jelasnya dalam kesempatan yang sama.

Kemudian, Wilayah Nusa Tenggara Timur-3 yaitu Kabupaten Timur Tengah Utara, Belu, Malaka yang semula hanya bisa menyaksikan TVRI lokal dan LPP Pinmabo TV sekarang bisa menyaksikan siaran TVRI Nasional, TVRI World dan TVRI Sports.

“Adapun untuk Wilayah Papua Barat-1 yaitu Kota Sorong dan Kabupaten Sorong yang sebelumnya masyarakat hanya bisa menyaksikan siaran analog TVRI Analog dan Kompas TV sekarang bisa menyaksikan siaran TVRI Nasional, TVRI World dan TVRI Sports,” tutur Rosarita Niken.

Menurut Niken, TV lokal daerah sekarang ini sudah dalam proses tindak lanjut ke siaran digital dan bisa ditonton masyarakat.

“Semua ekosistem di wilayah tersebut sudah selesai 100 persen, infrastruktur multipleksing dan set top box sudah tersedia dan bisa digunakan,” tuturnya. (Ism)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close