LinggaNasionalPemerintahanPeristiwa

Latgabma Super Garuda Shield 2022 di Kepulauan Riau, Ini Alutsista yang Dikerahkan

 

Pasukan laut dalam Latgabma Super Garuda Shield 2022 dalam operasi pendaratan amphibi di Pantai Todak, Dabo Singkep, Lingga. (foto: Dispenal)

Lingga, MR – TNI Angkatan Laut menggelat Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield 2022 yang melibatkan pasukan laut dari negara Amerika Serikat, Australia, Singapura.

Dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, Latgabma Super Garuda Shield 2022 ini merupakan latihan bersama untuk menjalin hubungan bilateral antara Indonesia – Amerika, dan juga untuk saling sharing ilmu taktik peperangan, khususnya pasukan Marinir, antara Marinir US dengan Marinir TNI AL.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI, Julius Widjojono mengatakan latihan yang melibatkan melibatkan Angkatan Laut Amerika Serikat, Singapura, Australia dan Jepang ini, mengerahkan sejumlah alutsista dalam operasi pendaratan amphibi di Pantai Todak, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.

“Latihan ini dilaksanakan hingga 14 Agustus 2022 mendatang yang diawali pergeseran pasukan menuju daerah latihan yaitu perairan Bintan dan perairan Dabo Singkep, dengan mengerahkan satu kompi Marinir atau 198 orang pendukung latihan,” kata Laksamana Pertama TNI, Julius Widjojono.

Laksamana Pertama TNI, Julius Widjojono juga menyampaikan bahwa materi latihan pertama dalam Super Garuda Shield 2022 adalah kerja sama taktis antara unsur-unsur permukaan dan udara pada saat pelaksanaan cooperative deployment/passex dan antara unsur Marinir dengan US MEU (marine expeditionary unit).

“Kemudian di hari kedua, para peserta mempelajari kerja sama taktis antara unsur-unsur dalam melaksanakan Maritime Operation khususnya pada kegiatan latihan Maritime Interdiction Operations (MIO) yang disesuaikan dengan situasi Pandemi Covid-19,” terangnya.

Selama lintas laut, para peserta Super Garuda Shield mengikuti latihan komunikasi (Comex), latihan manuver taktis (Manex), Photoex, latihan pencarian dan pertolongan kepada orang jatuh di laut (Sarex dan Mobex), MIOEX (VBSS), Gunex (NGS), dan Amphibiex.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dan memperkuat diplomasi TNI AL dalam rangka meningkatkan hubungan kerja sama internasional baik secara bilateral maupun multilateral, guna menciptakan kestabilan keamanan,” pungkasnya.

Tank Amphibi mendarat di Pantai Todak Dabo Singkep.

Adapun alutsista yang dikerahkan, yakni TNI AL mengerahkan KRI Bung Tomo-357, KRI Frans Kaisepo-368, KRI John Lie-358, KRI Makassar-590, satu helikopter AKS Panther HS-1311, lima tank jenis LVT-7 Kormar, dan satu kompi Infanteri Mekanis, serta dua tim Taifib.

Kemudian untuk Komando Pasifik Amerika Serikat (United States Indo-Pacific Command) mengerahkan USS Charleston (LCS-18), USS Green Bay (LPD-20), satu P-8 Posiedon, dua LCAC, serta 1 pleton Amphibious Recon. Selanjutnya, tentara Angkatan Laut Singapura atau Republic Singapore Navy (RSN), mengerahkan RSS Supreme dan RSS Resolution. (Bar)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close