Tanjungpinang, mejaredaksi – Badan Pengusahaan (BP) Bintan Wilayah Tanjungpinang terus memacu pengembangan kawasan Free Trade Zone (FTZ) dengan rencana pembangun jalan baru sepanjang tiga kilometer di Tanjung Geliga, Tanjungpinang. Proyek senilai Rp30 miliar ini ditargetkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan daya tarik investasi di ibu kota Kepulauan Riau.
Kepala BP Tanjungpinang, Cokky Wijaya Saputra, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini tak hanya untuk kepentingan industri, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat.
“Jalan ini memang dibangun untuk mempercepat laju ekonomi, tapi manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” ujar Cokky, Rabu (30/7/2025).
Langkah ini merupakan bagian dari strategi BP Tanjungpinang untuk memperkuat daya saing kawasan FTZ. Selain di Tanjung Geliga, Cokky juga menyebut pihaknya menaruh perhatian serius pada pengembangan Pelabuhan Tanjung Moco di Dompak, yang kini mulai aktif kembali.
“Pelabuhan Tanjung Moco sudah beberapa kali digunakan untuk aktivitas bongkar muat. Harapannya, kawasan ini terus tumbuh dan menjadi simpul penting distribusi barang,” katanya.
Dengan kombinasi pembangunan jalan dan pelabuhan, BP Tanjungpinang berharap kawasan FTZ tidak hanya menarik investor, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan mobilitas warga.






