
Karimun, MR – Harga telur ayam di pasaran Kabupaten Karimun, terus merangkak naik hingga Rp 63.000 per papan atau per 30 butir.
Sebelumnya, harga telur ayam ras di warung-warung di harga Rp 58.000 per papan. Sedangkan harga normalnya, harga satu papan telur ayam ras di sekitar Rp 45.000.
Kembali naiknya harga telur ayam dibenarkan oleh seorang pedagang barang harian di Kecamatan Tebing, Andi.
“Iya, harga telur masih naik,” katanya, Senin (19/6/2023).
Disejumlah warung di pasar tradisional, pedagang memajang harga telur ayam ras beserta harganya.
Di mana telur ayam per butir dijual dengan harga Rp 2.500. Kemudian untuk per lima butir dijual Rp 11.500.
Setiap 10 butir telur ayam dijual Rp 22.000. Lalu setiap 15 butir dijual Rp 32.000. Setiap 20 butir dijual Rp 43.000.
“Kalau per papan atau 30 butir sekarang Rp 63.000,” tambah Andi.
Disampaikan Andi, selain harga yang tinggi, stok telur ayam juga terbatas. Bahkan saat ini telur ayam ras di kedainya sedang kosong.
Meskipun harga yang tinggi, namun kebutuhan masyarakat akan telur ayam ras tergolong tinggi.
“Sekarang stok lagi habis. Biasanya saya beli telur dari Sawang (Pulau Kundur),” ujarnya.
Sebelumnya Kasi Perdagangan Disperindang Kabupaten Karimun Herna membenarkan tingginya harga telur ayam disebabkan tingginya harga pakan.
“Dipicu harga pakan tinggi jadi harga telur ikut mahal. Kemudian, reproduksi ayam petelur yang kurang karena sudah masuk ayam petelur tua dan ayam pengganti belum bertelur secara maksimal,” kata Herna.
Diakui Herna, dirinya belum dapat memastikan hingga kapan harga telur dapat kembali normal. Hal itu, dikarenakan masih melihat kondisi di produsen.
“Tidak dapat dipastikan kapan bisa kembali normal. Tergantung produsen kapan ayam pengganti tersebut dapat bertelur secara maksimal,” pungkasnya.
Penulis : Putra
Editor : Rico Barino






