Jakarta, mejaredaksi – Indonesia kembali menegaskan eksistensinya di panggung pariwisata kawasan melalui partisipasi pada ASEAN Travel Exchange (ATF) TRAVEX 2026 yang digelar di Mactan Expo Center, Cebu, Filipina, 28–30 Januari 2026. Ajang ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan transformasi pariwisata berbasis teknologi cerdas.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan, kehadiran Indonesia menjadi momentum memperkuat daya saing destinasi nasional di tengah persaingan kawasan ASEAN.
Salah satu sorotan adalah peluncuran MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia), platform layanan pariwisata berbasis AI yang terintegrasi melalui situs indonesia.travel.
“Pariwisata Indonesia memasuki fase baru menuju Pariwisata 5.0, di mana teknologi dan budaya berpadu menghadirkan pengalaman wisata yang lebih personal dan berkelanjutan,” ujar Widiyanti, Rabu (28/1/2026).
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan ASEAN masih menjadi pasar utama pariwisata Indonesia. Data BPS menunjukkan, wisatawan ASEAN menyumbang 36,5 persen dari total kunjungan wisman sepanjang Januari–November 2025.
Pada ATF TRAVEX 2026, Indonesia menghadirkan Paviliun Wonderful Indonesia bertema “Go Beyond Ordinary” seluas 54 meter persegi, menampilkan produk unggulan dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif.
Sembilan pelaku industri pariwisata turut berpartisipasi, mempromosikan wisata bahari, wellness, gastronomi, perjalanan premium, dan wisata ramah Muslim.
Paviliun Indonesia juga dimeriahkan pertunjukan budaya dan promosi produk khas Nusantara. Melalui ajang ini, pemerintah optimistis kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada 2026 mencapai 16–17,6 juta orang, seiring meningkatnya konektivitas dan minat perjalanan di kawasan ASEAN.












