Hukrim

Optimalisasi Penerimaan Negara, DJBC Kepri Berharap Barang Ilegal Jadi Legal

Kepri Prov
Kepala Kanwil DJBC Kepri Priyono Triamojo. Foto: KSPasaribu.

Tanjungpinang, MR– Maraknya tindakan penyelundupan barang impor serta pengiriman barang dari wilayah bebas cukai, Free Trade Zone (FTZ) ke wilayah non FTZ tanpa dilengkapi dokumen (Barang ilegal) berdampak tidak optimalnya penerimaan negara dari sektor pajak dan bea masuk barang di wilayah Kepri.

Untuk mengoptimalisasi penerimaan negara itu, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepri berharap praktek penyelundupan barang ilegal dapat diminimalisir dengan menjadikan barang ilegal menjadi legal melalui sinergi dengan seluruh Stakeholder di Kepri.

“Bagaimana yang ilegal tadi menjadi legal, nah tentu kami butuh partner dan sinergi, hari ini kami bersinergi dengan teman-teman TNI AD, Korem,” ujar Kepala Kanwil DJBC Kepri, Priyono Triatmojo usai menggelar Rakor di Markas Korem O33 WP Tanjungpinang, Kamis (19/1/2023).

Menurut Priyono, barang-barang ilegal tersebut terus menggerus sehingga Bea dan Cukai butuh sinergi agar barang ilegal bisa menjadi ilegal dan penerimaan negara menjadi optimal.

“Mudah-mudahan dengan kerjasama ini, sinergi ini, yang ilegal itu menjadi berkurang, menjadi legal sehingga otomatis penerimaan negara menjadi meningkat,” harapnya.

Terkait besaran angka penerimaan negara yang hilang dari tindakan penyelundupan barang-barang ilegal tersebut, Priyono mengaku belum mendapat rinciannya.

“Saya akan pelajari lagi angkanya, yang jelas supaya dari ilegal jadi legal. Harapannya peningkatan penerimaan negara jadi lebih meningkat,” jelas Priyono.(KSP)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close