Seorang Pria 48 Tahun Ditemukan Tewas di Taman Makam Pahlawan Pusara Bhakti

Tanjungpinang,mejaredaksi – Warga di sekitar Taman Makam Pahlawan Pusara Bhakti, di Jalan Gatot Subroto Kilometer 5,Tanjungpinang, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria, Rabu (05/8/2026).

Korban berinisial AR (48), warga Kabupaten Bintan, ditemukan dalam kondisi telungkup di area pemakaman sekitar pukul 11.00 WIB. Saat ditemukan, korban diduga telah meninggal dunia.

Penjaga Taman Makam Pahlawan, Buston, mengatakan awalnya ia mengira korban sedang beristirahat di area makam. Namun, rasa curiga muncul karena korban tidak bergerak dalam waktu cukup lama.

“Awalnya saya curiga, kenapa ada orang tidur siang-siang di makam. Pas saya datangi, ternyata sudah telungkup, lidahnya sudah keluar,” ujar Buston.

Melihat kondisi tersebut, Buston segera memanggil rekannya sebelum melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Ia mengaku tidak mengenal korban dan baru pertama kali melihat pria tersebut berada di kawasan pemakaman.

“Tidak pernah lihat sebelumnya. Biasanya kalau ada orang yang memperbaiki atau memasang nama di makam pasti kami tahu,” katanya.

Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Ahmad Syahputra, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 11.14 WIB dan langsung menurunkan personel ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi korban.

Korban diketahui berinisial AR dan merupakan warga Kabupaten Bintan.

“Identitas korban berinisial AR, warga Bintan. Saat kami tiba di lokasi korban sudah tidak bergerak. Untuk memastikan penyebab kematian, kami menunggu hasil visum dari rumah sakit,” kata Ahmad.

Dari hasil pemeriksaan awal Tim Inafis, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

“Sementara dari pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun kepastiannya menunggu hasil visum,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari penjaga makam, korban diduga datang ke lokasi untuk memperbaiki salah satu makam sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

“Informasi dari penjaga pemakaman, korban datang untuk memperbaiki batu nisan atau makam. Dugaan sementara penyebab kematian masih dalam penyelidikan sambil menunggu hasil visum,” tutupnya.