HukrimKarimunPeristiwa

Tak Terima Uang Jasa Diambil Kembali, Wanita Penghibur Keroyok Pemuda

Karimun
Pihak kepolisian menggiring empat tersangka pengeroyokan seorang pemuda di depan Hotel Jalan A Yani, Karimun, Selasa (9/7/2024). Aksi pengeroyokan dilatarbelakangi uang jasa wanita penghibur. (Foto: Putra)

Karimun, Mejaredaksi – Seorang wanita penghibur diamanahkan polisi bersama tiga teman lelakinya karena mengeroyok seorang pemuda di sebuah hotel di Jalan A Yai, Kelurahan Tanjungbalai, Karimun, Kepulauan Riau.

Aksi pengeroyokan tersebut berlangsung, Minggu (30/6/2024) sekitar pukul 06.00 WIB lalu. Wanita penghibur dimaksud berinisial D (20). Sedangkan tiga teman lelakinya GA (21), JP (22), Z (29), dan satu perempuan berinisial D (20).

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP M Debby Tri Andrestian menjelaskan, tindak pengeroyokan bermula dari korban (berinisial GB) bersama seorang temannya memesan wanita penghibur melalui sebuah aplikasi dengan bayaran Rp 250.000.

Tak lama berselang, perempuan tersebut datang ke kamar hotel yang telah dipesan korban. Perempuan itu langsung meminta uang bayaran sebesar Rp 250.000.

Namun setelah mengambil uang korban, perempuan tersebut mengatakan ingin pulang tanpa berhubungan. Karena tidak terima, korban meminta kembali uang yang telah Ia berikan.

“Terjadilah pertikaian sampai di luar hotel. Tiba-tiba pelapor diserang oleh tiga laki-laki dan satu perempuan yang pelapor tidak kenal. Pelapor dipukul dan ditendang di arah kening, wajah, punggung belakang serta lutut pelapor,” terang Debby, Selasa 9 Juli 2024.

Karena tindakan para pelaku, korban membuat laporan polisi. Keempat tersangka diamankan di Kelurahan Bukit Tempayan, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, pada Jumat 5 Juli 2024.

“Modus para pelaku melakukan pengeroyokan terhadap korban dikarenakan para pelaku tidak menerima uang yang sudah diberikan diambil kembali oleh korban,” ujar Debby.

Akibat tindakannya, para tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 170 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yang berbunyi barang siapa yang dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan. (*)

Penulis : Putra
Editor : Andri

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close