Hukrim

Tim Supervisi dan Peneliti Puslitbang Polri Kunker ke Polresta Tanjungpinang: Bahas Polisi Siber 4.0

Tim Supervisi dan Peneliti Puslitbang Polri melakukan Kunjungan Kerja ke Polresta Tanjungpinang, Guna Membahas Polisi Siber 4.0, sumber foto: Humas Polresta Tanjungpinang

Tanjungpinang, mejaredaksi – Tim Supervisi dan Peneliti Puslitbang Polri melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Polresta Tanjungpinang, Selasa (20/2) pagi.

Tim Supervisi dan Peneliti Puslitbang Polri datang ke Tanjungpinang untuk melakukan penelitian tentang strategi pengembangan SDM Polisi Siber (Cyber Police) 4.0 di satuan kewilayahan.

Wakapolresta Tanjungpinang AKBP Arief Robby Rachman, mengatakan kedatangan tim Puslitbang Polri ini menunjukkan tingginya antusiasme terhadap penelitian strategi pengembangan SDM Polisi Siber di satuan kewilayahan demi mewujudkan Polri 4.0.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan akan terjadi pembahasan intensif mengenai pembinaan SDM Polisi Siber. Serta kemungkinan pengembangan keberadaan Polisi Siber hingga tingkat Polda untuk menjadi sebuah Direktorat yang mandiri dalam penanganan kejahatan Siber.

“Kunjungan ini diharapkan akan menghasilkan rekomendasi yang konstruktif untuk memperkuat infrastruktur dan strategi penanganan kejahatan Siber di tingkat kewilayahan, sesuai dengan visi Polri 4.0,” ujar Wakapolresta.

Sementara itu, Kapuslitbang Polri Brigjen Pol Iswyoto Agoeng Lesmana Doeta menyampaikan, pengembangan SDM Polisi Siber (Cyber Police) di satuan kewilayahan menjadi fokus penting dalam mewujudkan visi Polri 4.0 dalam era Society 5.0 yang diprakarsai oleh Bapak Kapolri.

Tantangan kompleks di era digital menuntut perubahan mindset dan peningkatan kompetensi SDM Polri agar mampu menghadapi berbagai realita pelayanan di dunia digital.

“Termasuk kolaborasi dengan sektor swasta dan masyarakat sipil, perubahan modus kejahatan yang cepat, serta pemanfaatan teknologi seperti Cyber Physical System dan informasi untuk pencegahan kejahatan,” ungkap Iswyoto.

Sehingga, Polri merencanakan pembentukan Direktorat Reskrim Siber Polda maupun Kepolisian Resor di beberapa wilayah. Dengan harapan dapat lebih efisien dalam menangani kasus-kasus kejahatan Siber yang semakin kompleks.

Pembentukan direktorat tersebut tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan respons terhadap laporan dan pengaduan terkait kejahatan Siber, tetapi juga untuk memperkuat kemampuan penyidik dalam menangani kasus-kasus tersebut secara lebih cepat dan efisien.

“Dalam proses pembentukan Direktorat Reskrim Siber Polres, identifikasi dan pemetaan SDM Polisi Siber di kewilayahan menjadi langkah penting untuk mencapai target SDM yang sesuai dengan paradigma Police 4.0,” kata Kapuslitbang.

Data dan informasi yang akurat dari Polresta Tanjungpinang dan Polda serta Polres lainnya, menurutnya menjadi kunci dalam memberikan rekomendasi yang tepat kepada pimpinan.

Sehingga kebijakan yang diambil dapat mengarah pada peningkatan efektivitas dan efisiensi penanganan kejahatan Siber di Indonesia. Pembentukan Direktorat Reskrim Siber Polda baru mencakup 8 Polda.

“Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Timur, Polda Jawa Tengah, Polda Sumatera Utara, Polda Bali, Polda Sulawesi Tengah dan Polda Papua, dan kedepannya semua Polda akan dibentuk Direktorat Reskrim Siber Polda,” pungkasnya.

Penulis: Ismail
Editor: Syaiful

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close