Tanjungpinang,mejaredaksi – Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menuntut pengurus RT dan RW mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Lis saat mengukuhkan 168 pengurus Rukun Warga (RW) se-Kecamatan Tanjungpinang Timur, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, restrukturisasi RT dan RW tidak boleh hanya sebatas perubahan struktur organisasi.
“Dengan berdasarkan Permendagri Nomor 18 Tahun 2018, ada ketua, sekretaris, bendahara hingga bidang-bidang tertentu. Tujuannya agar pelayanan kepada masyarakat lebih cepat dan efektif,” ujarnya.
Ia menegaskan, masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam pelayanan di tingkat lingkungan. RT dan RW diminta tidak membiarkan persoalan warga berlarut-larut hanya karena menunggu proses koordinasi.
“Masyarakat itu adalah raja yang harus diberikan pelayanan dengan baik,” tegasnya.
Ia mencontohkan persoalan sederhana seperti lampu penerangan yang mati. Ketika laporan diterima, menurutnya, persoalan tersebut harus segera ditindaklanjuti.
“Persoalan seperti lampu mati, begitu ada laporan langsung dilakukan perbaikan. Begitu juga permasalahan lahan, harus diselesaikan dan dituntaskan,” jelasnya.
Selain pelayanan, ia meminta RT dan RW ikut memperkuat pendataan kependudukan. Salah satunya dengan memastikan data berdasarkan desil kesejahteraan masyarakat terus diperbarui.
Ia menilai, data yang akurat penting agar pemerintah dapat mengetahui kondisi masyarakat secara lebih tepat dan menentukan langkah penyelesaian terhadap persoalan yang ditemukan di lapangan.
“Desil satu sampai sepuluh ini harus diperhatikan. Menariknya, ada pegawai negeri yang masuk desil tiga atau empat. Dengan adanya updating data ini, RW sebagai koordinator RT setempat bisa mengetahui persoalan itu sehingga dapat diselesaikan,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan, perampingan RT dan RW telah mengubah jumlah organisasi di Kota Tanjungpinang dari sebelumnya 839 menjadi 382.
Menurutnya, pengurangan tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas kinerja, bukan mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, tadinya sebelum perampingan 839, sekarang berjumlah 382, hampir separuhnya. Ini bertujuan untuk efektivitas kinerja,” pungkasnya.






