
Tanjungpinang, MR – Dewan Pers mengggelar kegiatan peningkatan kapasistas media yang diikuti 58 pimpinan media di Aston Hotel Tanjungpinang, Jumat (28/7/2023) kemarin.
Berdasarkan data Dewan Pers ada ribuan perusahaan media online yang tumbuh di Indonesia, 10,7 persen-nya ada di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan menduduki puncak statistik dari provinsi lainnya.
Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Pers Dewan Pers, Atmaji Sapto Anggoro, menyampaikan dari data terakhir jumlah media online di Provinsi Kepri menjadi yang terbanyak di Indonesia.
“Di Kepri ada 10,7 persennya dari jumlah media di Indonesia. Tapi kita jujur saja, bahwa terbesar belum tentu yang terbaik,” ungkapnya.
Dengan demikian, Dewan Pers menilai sangat perlu dilakukan pendekatan dengan melakukan pembinaan dalam hal manajerial perusahaan pers di Provinsi Kepri.
Dijelaskan Sapto yang merupakan pendiri media ternama di Indonesia yakni detik.com dan tirto.id, untuk mengelola sebuah perusahaan pers, tidak hanya cukup dengan ilmu jurnalistik.
Namun juga perlu ilmu dibidang lainnya. Seperti ilmu statistik, ekonomi, dan manajemen. Agar perusahaan media yang dipimpinnya tumbuh sehat dan sejahtera.
“Dari pengalaman saya dalam mengelola perusahaan pers semoga dapat memberikan informasi, wawasan atau inspirasi kepada teman-teman yang berada di daerah,” terangnya.
Dari kegiatan pelatihan ini, kata Sapto diharapkan dapat menciptakan ekosistem bisnis media yang baik di Provinsi Kepri.
“Sehingga tidak hanya tergantung pada pemerintahan saja, melainkan dapat menangkap peluang-peluang lainnya,” pungkasnya.
Dalam kegiatan ini, Dewan Pers menghadirkan tiga narasumber. Yakni, Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Pers, Atmaji Sapto Anggoro, CEO Harapan Rakyat, Subagja Hamara, dan Tenaga Ahli Dewan Pers, Winarto.
Penulis/Editor: Rico Barino






