
Tanjungpinang, mejaredaksi – Bazar UMKM yang sebelumnya aktif di kawasan Jalan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Kota Tanjungpinang, Kepri, kini tidak beraktivitas lagi setelah halaman ruko tempat mereka berjualan ditutup oleh pemilik.
Penutupan ini berdampak negatif bagi lebih kurang 50 pedagang UMKM yang mengeluhkan hilangnya lokasi strategis yang berhadapan langsung dengan fasilitas umum yang sering dikunjungi warga.
Dwi, salah seorang pedagang UMKM yang sempat berjualan di lokasi tersebut, mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, kawasan itu sangat ramai dan strategis, sehingga mendongkrak omzet penjualan para pedagang
“Efeknya pasti negatif, semua pada tutup (UMKM). Otomatis, kita tidak bisa lagi berjualan di sana,” ujarnya, Jumat (23/8/2024).
Dwi juga menjelaskan bahwa tempat tersebut selalu ramai setiap hari libur, yang berkontribusi besar pada usaha mereka.
“Tempatnya memang sangat sangat strategis,” tegas Dwi.
Terkait alasan ditutupnya lokasi bazar UMKM tersebut, Dwi mengaku tidak mengetahui. Pada setiap ruko di lokasi tersebut terpampang tulisan ” Ruko ini dalam pengawasan Kantor Hukum Hendie Devitra & Rekan”.
“Kami terpaksa berpindah ke pujasera di simpang Jalan Ganet,” pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Tanjungpinang, Irwan Yacob, menjelaskan bahwa penutupan halaman ruko dilakukan karena akan ada renovasi.
“Ada 18 ruko yang ditutup. Kami sudah mencari tahu, dan penyebabnya adalah akan ada renovasi,” jelas Yakob.
Penulis: Ismail | Editor: Panca






