
Tanjungpinang, mejaredaksi – Warga Perumahan Bumi Anggrek Residen di Kelurahan Batu 9, Kota Tanjungpinang, Kepri, resah akibat maraknya pelemparan batu ke atap rumah mereka. Aksi tersebut diduga dilakukan oleh pelajar SMP Negeri 7, yang lokasinya bersebelahan dengan perumahan.
Zulbahri Nazarudin (73), salah satu warga yang terdampak, mengungkapkan bahwa pelemparan batu ini sudah berlangsung selama lima tahun terakhir.
Zulbahri, yang sudah lanjut usia dan istrinya yang sedang sakit, kerap terkejut akibat suara batu yang menghantam atap rumah mereka.
“Saat tidur atau salat, sering kali ada batu kecil dilempar ke atap rumah saya, suaranya sangat mengganggu,” ungkapnya, Selasa (27/8/2024).
Setelah melakukan penyelidikan sendiri, Zulbahri mendapati bahwa pelakunya adalah beberapa pelajar SMP Negeri 7. Meskipun ia telah memberikan nasihat kepada mereka, aksi pelemparan justru berulang.
“Terakhir kali kejadian ini terjadi pada sore hari 9 Agustus lalu,” tambahnya.
Merasa tidak tahan, Zulbahri bersama warga lain melaporkan kejadian ini ke pihak sekolah dan Dinas Pendidikan (Disdik) Tanjungpinang.
Mediasi pun dilakukan, dan Kepala Sekolah SMP Negeri 7, Rahmawati, menyatakan bahwa Disdik akan membangun pagar pemisah antara sekolah dan perumahan pada tahun depan.
“Kami sudah memanggil orang tua dari tiga pelajar yang terlibat dan meminta mereka membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. Selain itu, kami juga berencana menambah CCTV dan membentuk piket untuk memantau situasi,” ujar Rahmawati.
Penulis: Ismail | Editor: Panca






