Tanjungpinang, mejaredaksi – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bergerak cepat menyikapi memanasnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Fokus utama saat ini adalah memastikan tidak ada warga asal Kepri yang masih berada di wilayah terdampak perang tersebut.
Biro Penghubung Pemprov Kepri menyatakan pihaknya tengah melakukan penelusuran data dan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Iran guna memastikan keberadaan warga Kepri di negara tersebut.
“Kita masih mencari data, apakah ada kemungkinan warga kita yang masih disana,” kata Karo Penghubung Pemprov Kepri, Sentot Faisal, Rabu (4/2/2026).
Sejauh ini, Pemprov Kepri belum menemukan data resmi terkait warga yang masih menetap di Iran, baik untuk keperluan studi maupun pekerjaan. Namun, proses pendataan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada yang terlewat.
“Untuk mahasiswa Kepri yang sempat berkuliah disana, kita belum mengetahui apakah yang bersangkutan pergi kesana lagi atau tidak,” tambahnya.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi risiko dan perlindungan terhadap warga. Jika ditemukan adanya warga Kepri di Iran, pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan KBRI untuk proses pemulangan demi keselamatan.
Sementara itu, Ketua Tim Perlindungan BP3MI Kepri, Darman Sagala, menegaskan belum ada laporan resmi terkait pekerja migran asal Kepri di Iran. Ia juga menekankan bahwa Iran bukan negara tujuan penempatan pekerja migran Indonesia.
“Dari Kepri, sejauh ini tidak ada yang bekerja di Iran,” pungkasnya.






