Bintan,mejaredaksi – Dosen Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) mendorong Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pengudang, Kabupaten Bintan, semakin mampu mengelola wisata mangrove tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Penguatan Kapasitas Kelompok Sadar Wisata dalam Konservasi Mangrove untuk Mitigasi Perubahan Iklim” di kawasan Pengudang Mangrove, Desa Pengudang, pada 9 Agustus 2026 lalu.
Kegiatan tersebut melibatkan Pokdarwis, pelaku UMKM dan perwakilan Pemerintah Desa Pengudang. Materi yang diberikan tidak hanya membahas konservasi, tetapi juga bagaimana potensi mangrove dapat dikembangkan menjadi wisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Narasumber Fitria Ulfah menyampaikan materi mengenai konservasi mangrove sebagai upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Sementara Jaya Hermawan membahas pengembangan potensi mangrove untuk pariwisata berkelanjutan dan ekonomi masyarakat.
“Konservasi mangrove bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami manfaat mangrove dan ikut menjaganya secara berkelanjutan,” ucapnya, Jumat (21/8/2026).
Sebelum materi dimulai, peserta mengikuti pre-test untuk mengukur pemahaman awal terkait konservasi mangrove dan perubahan iklim. Setelah penyampaian materi dan diskusi, peserta kembali mengikuti post-test untuk melihat peningkatan pemahaman.
Ia mengatakan penguatan kapasitas Pokdarwis penting karena masyarakat menjadi bagian langsung dalam pengelolaan kawasan wisata mangrove Pengudang.
“Potensi mangrove bisa dikembangkan menjadi wisata, tetapi pengembangannya harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Jaya.

Kawasan Pengudang Mangrove sendiri telah dikembangkan sebagai salah satu kawasan ekowisata. Pokdarwis juga melakukan pembibitan dan penanaman mangrove secara mandiri sebagai bagian dari upaya penghijauan.
Selain konservasi, keberadaan kawasan tersebut turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui aktivitas wisata dan usaha UMKM yang berada di sekitar kawasan.
Melalui kegiatan pengabdian ini, dosen UMRAH berharap pengetahuan Pokdarwis semakin meningkat sehingga mampu mengelola wisata mangrove secara lebih baik, sekaligus menjaga kawasan tersebut agar tetap lestari.
“Harapannya, Pokdarwis tidak hanya menjadi pengelola wisata, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga mangrove. Kalau lingkungannya terjaga, wisata bisa terus berkembang dan masyarakat juga mendapatkan manfaat ekonominya,” pungkasnya.






