Tanjungpinang,mejaredaksi – Keterbatasan APBD membuat Pemko Tanjungpinang harus mengejar dukungan pemerintah pusat untuk merealisasikan sejumlah proyek pembangunan strategis.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan proyek yang didorong ke pemerintah pusat meliputi rumah sakit, Pelantar II, GOR, Sekolah Rakyat hingga sejumlah pelantar lainnya.
“Dengan APBD kan tidak mungkin. Maka salah satu jalan untuk memfasilitasi adanya pembangunan Tanjungpinang yaitu dengan cara mengusulkan ke pusat,” ujar Lis, Minggu (29/8/2026).
Persoalan tersebut menjadi perhatian saat Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau sejumlah lokasi yang diusulkan Pemko Tanjungpinang.
Salah satu proyek yang ditargetkan masuk program pusat adalah Pelantar II pada 2027. Namun, Pemko harus menyelesaikan DED terlebih dahulu tahun ini.
“Untuk pelantar 2027, beliau minta DED selesai tahun ini,” katanya.
Pemko juga kembali mengusulkan pembangunan Pelantar Pelangi, Pelantar Kuning, Sei Datok dan Balai Adat kepada pemerintah pusat melalui Kementerian PU dan Kementerian Perhubungan.
“Beliau minta disurati ulang untuk dua menteri, Menteri PU dan Perhubungan,” ujarnya.
Di sisi lain, rencana pembangunan rumah sakit masih terbentur pada persoalan lahan. Pemko tengah mengurus justifikasi untuk proses pelepasan lahan dari Kementerian ATR.
“Untuk RSUD, persoalan lahan baru kita justifikasikan, pelepasan dari Kementerian ATR. Saya dan Pak Wawako tentunya akan menyelesaikan apa yang bisa diselesaikan, satu per satu,” ucap Lis.
Sementara Sekolah Rakyat disebut sudah masuk tahap proses. Pembangunannya diperkirakan dimulai pada September atau paling lambat awal November dengan skema multiyears.
Kondisi ini menunjukkan Pemko masih menghadapi keterbatasan ruang fiskal untuk membiayai pembangunan secara mandiri. Karena itu, keberlanjutan sejumlah proyek tersebut bergantung pada respons dan dukungan pemerintah pusat.
Ia mengaku bersyukur Menteri PU memberikan respons terhadap usulan pembangunan yang disampaikan Pemko, termasuk rencana pemanfaatan bangunan lama RSUD yang memiliki nilai sejarah.
“Alhamdulillah, saya bersyukur Pak Menteri langsung merespons. Luar biasa perhatian beliau. Beliau itu suka sesuatu yang ada nilai sejarah dan beliau juga memikirkan masalah ekonomi,” sebutnya.
Bangunan lama RSUD yang berdiri sejak 1901 direncanakan dialihfungsikan menjadi rumah sakit khusus ibu dan anak.
“Bangunan lama RSUD nanti insyaallah akan dijadikan mungkin rumah sakit khusus ibu dan anak. Karena itu bangunan tua 1901,” pungkasnya.






