Tanjungpinang,mejaredaksi – Dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tanjungpinang terpaksa berhenti beroperasi sementara akibat terkendala pendanaan operasional.
Dua dapur MBG yang berlokasi di Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, mulai tidak beroperasi sejak Senin (8/6/2026).
Kondisi tersebut terjadi karena dana operasional yang bersumber dari Badan Gizi Nasional (BGN) masih dalam proses pencairan.
Koordinator SPPG wilayah Tanjungpinang, Retno, membenarkan penghentian sementara layanan di dua dapur tersebut.
“Untuk sementara memang berhenti beroperasi karena dana operasional belum tersedia dan pencairan dari BGN masih berproses,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (08/6/2026).
Meski demikian, ia memastikan layanan MBG di Tanjungpinang secara umum masih berjalan. Saat ini terdapat 21 SPPG lainnya yang tetap aktif menyalurkan makanan bergizi kepada siswa sekolah, ibu hamil, dan kelompok sasaran lainnya.
Ia menjelaskan proses pencairan dana membutuhkan waktu karena jumlah SPPG yang telah beroperasi di berbagai daerah di Indonesia terus bertambah.
“Pencairan dana masih berproses di pusat karena jumlah SPPG yang harus dilayani cukup banyak,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, mengatakan penghentian sementara operasional dua dapur MBG tersebut disebabkan terganggunya arus kas pengelola.
“Sebagian besar SPPG menggunakan dana talangan terlebih dahulu. Karena pencairan belum diterima, operasional sementara dihentikan sambil menunggu dana masuk,” tutupnya.






