Tanjungpinang,mejaredaksi – Dinas Pendidikan (Disdik) Kepulauan Riau (Kepri) hingga kini belum menetapkan jumlah pasti kebutuhan guru baru.
Hal ini karena proses pendataan masih berjalan dan menunggu kebijakan dari pemerintah pusat terkait rekrutmen tenaga pendidik.
Kepala Disdik Kepri, Andi Agung, mengatakan pihaknya saat sedang melakukan pemetaan kebutuhan guru di sejumlah sekolah.
Menurutnya, kebutuhan tenaga pendidikaj diperkirakan akan meningkat seiring rencanan pembangunan sekolah baru di Kepri dalam beberapa tahun kedepan.
“Rencana ada 10 sekolah baru, sehingga ini membutuhkan tambahan guru. Belum lagi masih ada sekolah yang masih membutuhkan beberapa guru,” ungkapnya, Selasa (05/5/2026).
Untuk sementara, Disdik akan mengoptimalkan distribusi guru yang ada dengan memindahkan tenaga pendidik dari sekolah yang kelebihan guru ke sekolah yang masih kekurangan.
“Ada beberapa sekolah di Batam yang gurunya berlebih, nanti kita coba sesuaikan,” ujarnya.
Meski demikian, ia belum dapat memastikan waktu pelaksanaan rekrutmen guru baru melalui jalur aparatur sipil negara (ASN).
Pasalnya, perhitungan kebutuhan masih terus dilakukan sebelum diajukan ke pemerintah daerah.
“Kalau untuk penambahan itu, masih harus kita hitung, baru kita sampaikan ke gubernur,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, sebelumnya menyebut bahwa kebutuhan guru telah dianalisis di masing-masing sekolah, terutama seiring bertambahnya jumlah satuan pendidikan baru setiap tahun.
“Guru memang sudah kita analisis di masing-masing sekolah yang harus kita butuhkan. Selain itu, setiap tahun ada penambahan sekolah baru yang jumlahnya cukup banyak,” katanya, Senin (04/5/2026).












