Tanjungpinang, mejaredaksi – Panitia Besar Pekan Olahraga Provinsi (PB Porprov) Kepri VI Tahun 2026 akhirnya mengambil keputusan untuk tetap melanjutkan pertandingan cabang olahraga (cabor) panjat tebing, meski diwarnai polemik persyaratan administrasi atlet.
Sebagai solusi atas persoalan tersebut, PB Porprov memutuskan mendiskualifikasi empat atlet panjat tebing asal kontingen Kota Batam yang sebelumnya dipersoalkan terkait persyaratan administrasi. Keputusan ini diambil agar penyelenggaraan pertandingan tidak sampai dibatalkan.
Keputusan tersebut merupakan hasil pertemuan antara PB Porprov dengan perwakilan kontingen panjat tebing dari Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, hingga Natuna.
Wakil Ketua PB Porprov Kepri, Eddy Rivana, mengatakan seluruh kontingen yang hadir telah menyepakati keputusan tersebut. Dengan demikian, pertandingan panjat tebing yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Senin kembali dilanjutkan dengan penyesuaian jadwal.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada Selasa (3/11) sekitar pukul 12.00 WIB.
“Mengacu pada aturan, empat atlet tidak diturunkan dan akan ada pengganti,” kata Eddy Rivana.
Sementara itu, Ketua Cabor Panjat Tebing KONI Batam, Dian Desima, menyatakan menerima keputusan PB Porprov meskipun harus kehilangan empat atlet yang sebelumnya dipersiapkan untuk bertanding.
Menurut Dian, keputusan tersebut harus dihormati sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan kompetisi serta kemajuan olahraga di Provinsi Kepulauan Riau.
“Dengan keputusan seperti ini, kami berbesar hati dan percaya kami bisa juara,” sebutnya.
Dian menjelaskan, keempat atlet yang dipersoalkan sebenarnya telah mengantongi KTP nonpermanen serta surat verifikasi kelolosan. Namun, pihaknya tetap menghormati hasil kesepakatan yang telah dicapai bersama seluruh kontingen.
“Mereka memang tidak dipermasalahkan karena domisilinya dari Batam semua, dengan syarat KTP nonpermanen dan surat verifikasi lolos,” sebutnya.
Terkait penggantian empat atlet tersebut, Dian mengatakan kontingen Batam masih melakukan pembahasan internal untuk menentukan nama-nama atlet yang akan mengisi posisi kosong tersebut.
Meski harus melakukan perubahan komposisi atlet, kontingen Batam tetap optimistis mampu bersaing dalam Porprov Kepri VI 2026.
Pihaknya berharap persoalan administrasi yang terjadi tidak mengganggu target prestasi yang telah disiapkan, termasuk upaya merebut 10 medali emas dari cabor panjat tebing.








