Jakarta,mejaredaksi – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon membuka pameran There Was Something Here Before karya Zahira Asmal di Erasmus Huis, Jakarta, Jumat (02/10/2026).
Pameran tersebut mengangkat hubungan sejarah Indonesia dan Cape Town, Afrika Selatan, melalui perpindahan manusia melintasi Samudra Hindia selama lebih dari tiga abad.
Fadli mengapresiasi Kedutaan Besar Kerajaan Belanda dan Erasmus Huis yang menghadirkan ruang pertukaran budaya melalui pameran tersebut.
Menurutnya, pameran ini mempertemukan Indonesia, Belanda, dan Afrika Selatan dalam satu rangkaian sejarah yang saling terhubung.
“Pameran There Was Something Here Before mengajak kita melihat kembali sejarah bersama melalui seni, kajian, dan dialog,” ucapnya.
Ia juga menyoroti sosok Syekh Yusuf al-Makassari yang memiliki peran penting dalam hubungan sejarah Indonesia dan Afrika Selatan.
Syekh Yusuf diasingkan ke Tanjung Harapan, Afrika Selatan, pada 1693 setelah sebelumnya dibuang ke Sri Lanka oleh pemerintah kolonial Belanda.
Meski jauh dari tanah kelahirannya, Syekh Yusuf tetap menyebarkan ajaran dan memberikan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat setempat.
“Di Cape Town, beliau terus mengajar dan menjadi pusat kehidupan spiritual serta komunitas. Warisannya masih dapat kita lihat hingga hari ini melalui keberadaan makam keramatnya,” jelasnya.
Ia menyebut pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama kebudayaan Indonesia dan Afrika Selatan.
Kementerian Kebudayaan juga tengah menyiapkan pameran tentang Syekh Yusuf di Indonesia House Amsterdam, Belanda, yang akan dilengkapi seminar ilmiah internasional dan pemutaran film.
Selain itu, pemerintah mengembangkan rencana pendirian rumah budaya dan museum Indonesia di Cape Town.
“Kita ingin membangun kesinambungan dialog kebudayaan dari Jakarta, Amsterdam, hingga Cape Town,” ungkapnya.
Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, turut mengapresiasi pameran tersebut. Ia mengatakan sejarah lintas negara dapat dipahami melalui dokumen, arsip, ingatan, benda, suara, dan fotografi.
Sementara itu, kurator sekaligus penggagas pameran, Zahira Asmal, mengatakan karya tersebut mengangkat kontribusi masyarakat asal Indonesia dalam membentuk kehidupan Cape Town.
Menurut Zahira, masyarakat dari Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan wilayah kepulauan lainnya membawa pengetahuan, bahasa, makanan, kepercayaan, serta tradisi yang terus hidup dalam kebudayaan setempat.
Pameran There Was Something Here Before berlangsung pada 3 Oktober hingga 23 Desember 2026 di Erasmus Huis, Jakarta.
Pembukaan pameran turut dihadiri Duta Besar Afrika Selatan untuk Indonesia Mpetjane Kgaogelo Lekgoro dan Plt. Direktur Erasmus Huis Nassim Abba, serta jajaran Kementerian Kebudayaan.
Fadli berharap pameran tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk mengenali sejarah bersama sekaligus memperkuat hubungan kebudayaan Indonesia, Belanda, dan Afrika Selatan.






