Tanjungpinang,mejaredaksi – Konsep Festival Kopi Merdeka (FKM) di Jalan Merdeka, Tanjungpinang, tahun 2026 dibuat berbeda dibandingkan dengan pelaksanaan sebelumnya.
Perubahan terlihat dari agenda minum kopi bersama yang tahun-tahun sebelumnya dilakukan secara formal di atas panggung. Tahun ini, kegiatan tersebut dilakukan di meja VIP agar lebih santai.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, mengatakan perubahan konsep dilakukan karena rangkaian acara tahun ini cukup padat.
“Tidak ada yang berubah dari konsep itu. Jadi, minum kopinya sama-sama di meja, kita suguhkan. Cuma untuk formalitasnya di atas panggung itu tidak kita lakukan karena begitu padat acaranya,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (25/8/2026).
Menurutnya, perubahan tersebut tidak mengurangi tujuan utama Festival Kopi Merdeka. Masyarakat dan tamu undangan tetap dapat menikmati kopi bersama selama kegiatan berlangsung.
Pada FKM tahun ini, panitia juga menyediakan sembilan stan kopi, terdiri dari delapan kopi tradisional dan satu kopi modern.
“Jadi kita ambil kemerdekaan 81. Delapan kopi tradisional, satu kopi modern,” katanya.
Namun, konsep FKM tahun ini turut disoroti komunitas kopi di Tanjungpinang. Putra, salah satu pemilik kedai kopi Batman, mengatakan komunitasnya tidak dilibatkan dalam dua pelaksanaan terakhir.
“Untuk tahun ini memang kami tidak terlibat dalam FKM. Padahal dari FKM pertama, kedua dan ketiga kami masih terlibat. Tahun keempat dan tahun ini kami tidak dilibatkan lagi,” ungkapnya.

Ia mengatakan sejak awal FKM, komunitas kopi tersebut ikut terlibat sebagai panitia maupun mengisi stan kopi. Karena itu, ia berharap komunitas kembali dilibatkan pada pelaksanaan berikutnya.
“Harapan kawan-kawan, tahun depan kalau bisa kembali seperti konsep awal, menggandeng kawan-kawan komunitas kopi dan memperbanyak stan kopi,” katanya.
Menurut Putra, keberadaan stan kopi perlu lebih ditonjolkan karena kegiatan tersebut membawa nama Festival Kopi Merdeka.
“Namanya juga Festival Kopi. Seharusnya kopinya lebih ditonjolkan. Kalau makanan dan UMKM ada, tidak masalah, tetapi stan kopi juga harus lebih banyak,” sebutnya.
Ia mengatakan komunitasnya akan melakukan pertemuan terlebih dahulu untuk membahas persoalan tersebut sebelum menyampaikan langsung kepada pihak penyelenggara.
“Kami mau bertemu dengan kawan-kawan komunitas kopi dulu. Nanti kami bahas persoalan FKM ini dan apa yang perlu disampaikan kepada penyelenggara,” kata Putra.
Sementara itu, Hasan mengatakan penataan Festival Kopi Merdeka ke depan akan terus diperbaiki, termasuk jumlah stan UMKM yang maksimal 250 tenda.
“Kita harus pikirkan kenyamanan masyarakat, akses dan parkir. Tanjungpinang butuh hiburan dan aktivitas seperti ini terus, tetapi penataannya harus dilakukan dengan baik,” tutup Hasan.






