Tanjungpinang,mejaredaksi – Sebanyak 126 regu menjalani Gerak Jalan Proklamasi 45 kilometer di Tanjungpinang hingga Minggu (30/8/2026) pagi.
Peserta mulai bergerak dari Bundaran Monumen Provinsi Kepri, Dompak, menuju garis finis di Pelataran Tugu Sirih.
Perjalanan tersebut berlangsung sekitar 9 jam 30 menit. Panitia memberikan waktu khusus satu jam kepada peserta untuk melaksanakan salat Subuh.
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan waktu istirahat untuk salat Subuh tidak dimasukkan dalam perhitungan waktu tempuh peserta.
“Sekalipun kita ada giat sampai pagi besok,saya minta kita melaksanakan salat Subuh. Jadi salat Subuh tidak dihitung waktunya,” kata Lis.
Waktu tersebut diberikan mulai pukul 04.45 hingga 05.45 WIB.
Selain menjaga kondisi fisik selama perjalanan panjang,ia meminta peserta tetap menjaga ketertiban. Ia mengingatkan peserta tidak saling mendahului jika berpotensi menimbulkan perselisihan.
“Hal perlu diperhatikan peserta bahwa ini adalah giat olahraga kita sempena HUT ke-81 RI. Jadi kami minta jangan sampai ada nanti saling potong memotong yang dapat menimbulkan dampak yang kurang baik,” ujarnya.
Menurutnya, Gerak Jalan Proklamasi merupakan tradisi yang sudah berjalan lebih dari 50 tahun di Tanjungpinang.
“Jangan sampai ada pergesekan karena ini murni adalah giat olahraga. Jangan kita coreng dengan hal-hal yang nanti memberikan dampak negatif,” tegasnya.
Peserta berasal dari TNI, Polri, Basarnas, BNPB, KPLP, OPD hingga masyarakat umum.
Gerak Jalan Proklamasi 45 kilometer tersebut dibagi menjadi dua etape dengan titik pemberhentian di Lapangan Dishub Kota Tanjungpinang dan Lapangan Pamedan.
Ia juga meminta masyarakat yang ikut mengiringi peserta tidak mengganggu perjalanan dan memberikan ruang agar rombongan dapat melintas dengan aman.
“Saya mohon jangan buang sampah sembarangan. Meskipun ada kegiatan seperti ini, kita tetap harus menjaga kebersihan kota yang kita cintai ini,” tuturnya.
Selain menjadi agenda olahraga dan tradisi tahunan, Lis berharap kegiatan tersebut ikut memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pemko mengharapkan kegiatan seperti ini mampu membantu dan menggerakkan para pelaku usaha di Kota Tanjungpinang. Ini juga menjadi dorongan bagi masyarakat dan pemerintah dalam rangka menjaga Tanjungpinang menjadi kota yang ramah,” pungkasnya.






