Indomaret Bakal Hadir di Tanjungpinang, Pemko Jamin UMKM Tetap Jalan

Tanjungpinang,mejaredaksi – Rencana pembangunan gerai Indomaret di Kota Tanjungpinang pada Juni 2026 akan tersebar di sejumlah titik strategis, seperti Jalan R.H. Fisabilillah, Jalan Soekarno Hatta hingga kawasan Batu 10.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungpinang, Riany, menegaskan bahwa kehadiran ritel modern merupakan bagian dari dinamika ekonomi.

“Kehadiran investasi di sektor ritel modern merupakan bagian dari dinamika perkembangan ekonomi daerah yang tidak dapat dihindari,” ujarnya, Sabtu (02/5/2026).

Ia menekankan bahwa Pemerintah Kota tetap berkomitmen membuka peluang investasi yang sehat demi menjaga keseimbangan dengan pelaku usaha lokal.

“Pemko tetap berkomitmen membuka ruang investasi yang sehat, terukur, dan berkeadilan,” tegasnya.

Menanggapi kekhawatiran pelaku UMKM, Ia memastikan kehadiran Indomaret tidak akan mematikan usaha lokal, melainkan upaya penguatan ekonomi daerah.

“Setiap kehadiran usaha ritel modern harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal, bukan sebaliknya,” jelasnya.

Ia menambahkan, ritel modern diharapkan membuka akses pemasaran bagi produk unggulan daerah sekaligus mendorong peningkatan kualitas dan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM).

“Kehadiran ritel modern diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi bagi produk lokal,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya penyerapan tenaga kerja lokal serta kepatuhan terhadap regulasi daerah oleh pelaku usaha.

“Pemerintah tidak hanya membuka peluang investasi, tetapi juga memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sejumlah produk IKM Tanjungpinang telah berhasil masuk ke jaringan ritel modern di Batam dan Bintan, menandakan daya saing yang terus meningkat.

“Produk lokal memiliki peluang besar untuk berkembang, meningkatkan omzet, dan memperluas lapangan kerja,” ungkapnya.

Ia optimistis, dengan pengaturan yang tepat, kehadiran Indomaret dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Kami percaya ritel modern bisa menjadi mitra, bukan ancaman,” pungkasnya.