Tanjungpinang,mejaredaksi – Kekayaan sejarah Pulau Penyengat kembali mendapat pengakuan dari masyarakat serumpun.
Ketua Polis Negeri Johor, Dato’ Ab Rahaman Bin Arsad, mengaku terkesan dengan peninggalan sejarah dan budaya Melayu yang masih terjaga dengan baik di pulau bersejarah tersebut.
“Pulau Penyengat menyimpan banyak nilai yang perlu terus dipelihara dan diperkenalkan kepada generasi muda,” ujarnya saat melakukan kunjungan bersama delegasi Sosek Malindo Johor, Malaysia, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, Pulau Penyengat bukan sekadar destinasi wisata sejarah, tetapi juga memiliki kedudukan penting dalam perjalanan peradaban masyarakat Melayu di Nusantara dan Semenanjung Malaysia.
Ia mengatakan, kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi delegasi Johor untuk melihat langsung jejak sejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat Melayu, mulai dari peninggalan Kesultanan Riau-Lingga, tradisi, hingga kekayaan budaya yang masih lestari hingga saat ini.
“Kunjungan ini memberi peluang kepada kami untuk melihat secara dekat warisan sejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat Melayu,” katanya.
Dato’ Ab Rahaman, menilai hubungan antara Johor dan Kepri telah terjalin sejak lama melalui kesamaan sejarah, bahasa, serta budaya. Karena itu, ia berharap ikatan masyarakat serumpun dapat terus diperkuat melalui berbagai bentuk kerja sama dan pertukaran budaya.
“Kami melihat banyak persamaan dan kedekatan antara masyarakat Johor dan Kepulauan Riau. Hubungan serumpun ini perlu terus dipererat melalui pelbagai bentuk kerjasama dan pertukaran budaya,” ujarnya.
Ia juga menyebut Pulau Penyengat mempunyai potensi besar sebagai destinasi pelancongan sejarah dan budaya yang mampu menarik minat masyarakat dari kedua negara.
“Saya melihat Pulau Penyengat mempunyai daya tarikan yang sangat kuat, bukan sahaja kepada masyarakat Indonesia malah juga kepada masyarakat Malaysia yang ingin mengenali sejarah Melayu dengan lebih dekat,” ucapnya.
Ia menilai upaya masyarakat dan pemerintah setempat dalam menjaga berbagai situs sejarah merupakan langkah penting untuk mempertahankan identitas budaya Melayu di tengah perkembangan zaman.
“Warisan sejarah seperti ini merupakan aset yang amat berharga. Kami berharap hubungan baik antara Johor dan Kepulauan Riau akan terus diperkukuh, termasuk dalam usaha memelihara dan mempromosikan warisan budaya Melayu,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepri, Doli Boniara, mengatakan kunjungan delegasi Sosek Malindo Johor menjadi bukti eratnya hubungan masyarakat serumpun yang telah terjalin sejak lama.
Ia menuturkan bahwa Pulau Penyengat memiliki peran penting sebagai salah satu pusat peradaban Melayu yang dapat menjadi jembatan memperkuat hubungan sosial, budaya, dan sejarah antara Indonesia dan Malaysia.
“Kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara Kepulauan Riau dan Johor, sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Melayu yang kita miliki bersama,” jelasnya.
Ia berharap kerja sama melalui forum Sosek Malindo dapat terus berkembang, tidak hanya dalam bidang sosial dan budaya, tetapi juga ekonomi, keamanan, dan sektor lainnya yang memberikan manfaat bagi kedua wilayah.
“Kami berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan, baik dalam aspek sosial, ekonomi, keamanan, maupun pelestarian budaya,” tutupnya.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi Johor turut mengunjungi sejumlah situs bersejarah di Pulau Penyengat, seperti Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, kompleks makam tokoh Kesultanan Riau-Lingga, serta Balai Adat Pulau Penyengat.








