MinyaKita Sempat Kosong, Pemprov Kepri Akui Pasokan Baru Kembali Ditambah 400 Ton

Tanjungpinang,mejaredaksi – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mengakui pasokan Minyakita sempat kosong di pasaran dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi itu terjadi karena distribusi yang masuk ke Tanjungpinang dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat.

Kepala Badan Perencanaan,Penelitian dan Pengembangan (Bappeda) Kepri, Aries Fhariandi mengatakan kekosongan Minyakita disebabkan pasokan yang datang sebelumnya tidak terlalu banyak.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah bersama distributor kembali mendatangkan pasokan dari Medan, Dumai, dan Pekanbaru.

“Minggu lalu mungkin datangnya tidak terlalu banyak. Tetapi beberapa hari ini kami datangkan dari Medan, Dumai, dan Pekanbaru. Stoknya cukup banyak untuk menjaga kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Ia mengungkapkan, beberapa hari lalu lebih dari 400 ton minyak goreng telah masuk ke Tanjungpinang melalui distributor.

Pasokan itu tidak hanya memenuhi kebutuhan Kota Tanjungpinang, tetapi juga disalurkan ke sejumlah daerah lain seperti Lingga, Anambas, dan Natuna.

Meski demikian, pemerintah belum menjelaskan secara rinci penyebab distribusi Minyakita sempat tersendat hingga membuat produk tersebut sulit ditemukan di pasaran.

Menurutnya, saat ini ketersediaan Minyakita sudah kembali aman. Pemerintah meminta masyarakat tidak khawatir karena stok terus dijaga agar tetap tersedia dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

“Hari ini insya Allah barangnya tersedia. Tolong sampaikan kepada masyarakat jangan khawatir, khususnya untuk Minyakita, stoknya insya Allah terjaga,” tutupnya.