Tanjungpinang,mejaredaksi – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) 2026 menjadi kesempatan bagi atlet pencak silat untuk membuktikan hasil pembinaan sekaligus membuka peluang menuju persaingan tingkat nasional.
Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengprov IPSI) Kepri pun mematangkan persiapan pertandingan yang akan berlangsung di Tanjungpinang.
Ketua Umum Pengprov IPSI Kepri, Sugianto, mengatakan persiapan dilakukan dari sisi teknis pertandingan hingga kesiapan penyelenggaraan. Seluruh pertandingan nantinya mengacu pada aturan terbaru yang berlaku pada 2026.
“Persiapan terus kita matangkan, baik dari sisi teknis pertandingan maupun penyelenggaraannya, supaya Porprov bisa berjalan sesuai ketentuan,” ucapnya, Selasa (20/10/2026).
Dalam cabang pencak silat, Porprov VI Kepri akan mempertandingkan 15 nomor laga dan enam nomor seni. Kategori laga putra mencakup kelas A hingga I, sedangkan putri mempertandingkan kelas A hingga E. Adapun nomor seni terdiri atas kategori tunggal, ganda, dan beregu.
IPSI Kepri mencatat sebanyak 26 atlet sesuai dengan nomor pertandingan yang tersedia. Namun, tidak seluruh kabupaten dan kota mengirimkan atlet secara penuh pada setiap nomor yang dipertandingkan.
Sugianto menyebut Batam dan Kabupaten Bintan diperkirakan menjadi daerah yang kuat dalam persaingan perebutan gelar juara umum.
Meski begitu, IPSI Kepri tidak menetapkan target medali untuk setiap daerah karena hal tersebut menjadi kewenangan masing-masing kabupaten dan kota.
“Kalau untuk target medali, itu menjadi kewenangan masing-masing daerah. Kami lebih melihat bagaimana pertandingan ini bisa menjadi tolok ukur pembinaan atlet di Kepri,” katanya.
Di tengah persiapan, persoalan anggaran panitia masih menjadi salah satu tantangan. Kendati demikian, IPSI Kepri tetap berupaya mempersiapkan penyelenggaraan agar pertandingan dapat berjalan dengan baik.
Sementara itu, para atlet telah menjalani latihan dan pemusatan latihan yang disiapkan masing-masing daerah. Proses seleksi dilakukan melalui berbagai mekanisme, mulai dari hasil Pekan Olahraga Kota atau kabupaten hingga seleksi yang dilaksanakan pengurus cabang IPSI setempat.
Persiapan tersebut diharapkan membuat atlet yang tampil di Tanjungpinang merupakan pesilat terbaik dari daerah masing-masing.
Selain menguji kemampuan teknik dan fisik, Porprov juga menjadi ajang untuk mengukur mental bertanding ketika berhadapan dengan lawan dari daerah lain.
Lebih jauh, IPSI Kepri menargetkan ajang ini menjadi bagian dari proses pencarian atlet potensial untuk memperkuat provinsi pada kejuaraan nasional. .
Sejumlah pesilat Kepri diketahui telah memiliki pengalaman bertanding di ajang nasional, termasuk PON Beladiri dan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal untuk meningkatkan kualitas persaingan sekaligus mendorong regenerasi atlet pencak silat di Kepri.
Hasil Porprov nantinya dapat menjadi salah satu bahan evaluasi dalam menentukan atlet yang berpotensi dikembangkan menuju agenda nasional, termasuk Pra-PON.
“Harapan kita, Porprov ini bukan hanya soal medali, tetapi juga bagaimana kita menemukan atlet potensial yang bisa dibina dan dipersiapkan untuk membawa nama Kepri di tingkat nasional,” tutupnya.












