Jakarta,mejaredaksi – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menetapkan Batam sebagai pilot project reformasi investasi nasional dengan menitikberatkan pada percepatan layanan, digitalisasi, dan pembangunan infrastruktur strategis.
Arahan itu disampaikan Presiden saat menerima jajaran pimpinan BP Batam di Jakarta, Senin (06/7/2026) yang dihadiri Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala Li Claudia Chandra, Anggota/Deputi Investasi Fary Djemy Francis, serta Anggota/Deputi Infrastruktur Mouris Limanto.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menegaskan Batam harus menjadi contoh implementasi agenda nasional melalui hilirisasi, industrialisasi, deregulasi, percepatan investasi, dan efisiensi logistik.
Salah satu fokus utamanya ialah pembangunan Pelabuhan Internasional Batam yang terintegrasi dengan kawasan industri, manufaktur berteknologi tinggi, pusat data, dan jaringan pelayaran global.
Pelabuhan tersebut diharapkan mampu menekan biaya logistik, meningkatkan daya saing ekspor, sekaligus memperkuat posisi Batam dalam rantai pasok dunia.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan penguatan regulasi melalui PP Nomor 25 Tahun 2025 telah memberikan kepastian hukum sekaligus mempercepat pelayanan investasi di Batam.
“Melalui berbagai reformasi tersebut, BP Batam menargetkan Batam menjadi kawasan yang lebih produktif, tertata, dan kompetitif, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat investasi, industri, dan perdagangan yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menyampaikan pihaknya terus memperkuat tata kelola melalui digitalisasi Land Management System (LMS) guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta kemudahan layanan pertanahan bagi investor.
“Perkuatan tata kelola tersebut akan meningkatkan kepastian hukum, mempercepat layanan investasi, serta memperkuat kepercayaan investor terhadap Batam sebagai tujuan investasi,” katanya.
Di sisi lain, Anggota/Deputi Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis melaporkan realisasi investasi Batam sepanjang 2025 mencapai Rp69,3 triliun.
Pada Triwulan I 2026, investasi kembali tumbuh menjadi Rp17,48 triliun atau meningkat 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Investasi tersebut didominasi sektor elektronik, mesin, pusat data, energi, dan kawasan industri.
“Bapak Presiden juga mengarahkan agar Batam menjadi pilot project reformasi investasi nasional melalui digitalisasi pelayanan, pengawasan berbasis risiko, serta penguatan integritas kawasan,” kata Fahry.
Menutup pertemuan, Presiden memastikan akan mengoordinasikan langkah lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat penyelesaian berbagai isu strategis, mulai dari harmonisasi regulasi hingga pembangunan Pelabuhan Internasional Batam sebagai simpul logistik nasional. (Adv)






