Silaturahmi Diaspora Kepri, Ansar Beberkan Program Infrastruktur hingga Sosial

Jakarta, mejaredaksi – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad memanfaatkan momentum halalbihalal Idul Fitri 1447 H bersama warga Kepri di Jabodetabek untuk memaparkan arah pembangunan daerah. Kegiatan yang digelar di Jakarta, Minggu (19/4/2026), itu juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dengan diaspora Kepri.

Dalam kesempatan tersebut, Ansar menyoroti pengembangan Pulau Penyengat sebagai pusat wisata sejarah dan budaya. Pemerintah berencana membangun Museum dan Monumen Bahasa Nasional guna memperkuat identitas Melayu sekaligus menarik wisatawan.

“Ini akan dijadikan magnet wisata sejarah, budaya, dan religi,” ujar Ansar.

Revitalisasi kawasan Penyengat disebut telah berdampak positif, ditandai meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara serta tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Setidaknya 300 hingga 400 wisatawan dari Singapura dan Malaysia berkunjung ke Penyengat, dan ekonomi masyarakat ikut berkembang,” jelasnya.

Selain pariwisata, Pemprov Kepri juga fokus pada program sosial dan keagamaan, seperti bantuan rumah ibadah, penempatan dai di wilayah hinterland, serta insentif bagi ribuan penerima.

Di sektor kesehatan, pemerintah menyediakan rumah singgah di Jakarta dan Batam bagi pasien rujukan, serta mengirim puluhan dokter untuk pendidikan spesialis.

“Perlindungan sosial juga kita perluas, termasuk bagi nelayan, petani, hingga driver online,” tegas Ansar.

Sementara itu, program Kepri Terang hampir mencapai target dengan rasio elektrifikasi 99,98 persen. Pemerintah kini menargetkan pasokan listrik 24 jam di pulau-pulau kecil.

Ansar menegaskan, silaturahmi ini menjadi momentum menyatukan semangat membangun Kepri bersama masyarakat di perantauan.

“Ini bukan sekadar pertemuan, tapi ajang memperkuat kebersamaan membangun Kepri,” tutupnya.