TKA Membludak di Kepri, Nihayatul Wafiroh Minta Kemenaker Perketat Filter dan Perkuat Pelatihan Lokal

Tanjungpinang, mejaredaksi – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menyoroti meningkatnya jumlah tenaga kerja asing (TKA) dan pendatang di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dinilai berpotensi menimbulkan masalah ketenagakerjaan baru.

Pernyataan tersebut disampaikan usai kunjungan kerja ke Pemerintah Provinsi Kepri di Gedung Daerah, Rabu (22/4/2026).

Ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan penduduk di Kepri setiap tahun terus meningkat, bukan hanya karena angka kelahiran, tetapi juga akibat masuknya tenaga kerja dari luar daerah hingga luar negeri.

“Setiap tahun penduduk di Kepri terus bertambah. Ini bukan hanya karena kelahiran, tetapi juga banyak tenaga kerja asing atau imigran yang masuk dan mencari kerja di sini, bahkan mengubah KTP menjadi penduduk setempat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius Kementerian Ketenagakerjaan agar tidak menimbulkan penumpukan tenaga kerja lokal yang berujung pada meningkatnya angka pengangguran.

“Saya pesankan kepada Kementerian Ketenagakerjaan, harus memaksimalkan pelatihan yang ada. Jangan sampai tenaga kerja kita menumpuk di sini. Ini akan membebani daerah,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti banyaknya perusahaan yang beroperasi di Kepri yang membuka peluang besar bagi tenaga kerja asing.

“Bagaimana tenaga kerja asing ini filternya harus jelas. Jangan sampai pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh warga negara Indonesia justru diambil oleh tenaga kerja asing,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan kompetensi tenaga kerja lokal melalui pelatihan yang tepat sasaran menjadi kunci agar masyarakat Kepri mampu bersaing di tengah derasnya arus tenaga kerja dari luar.

“Pelatihan ini kunci agar pekerja lokal dapat bersaing dengan perkerja dari luar,”tutupnya.