UMRAH Gelar Nexus Expo 2026, Luncurkan Pusat Studi Kemaritiman

Tanjungpinang,mejaredaksi – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan riset dan pengabdian masyarakat melalui gelaran Nexus Expo 2026 di Tanjungpinang, Senin (04/5/2026).

Dalam kegiatan ini, UMRAH secara resmi memperkenalkan lima pusat studi baru sekaligus Mangrove Information Training Center (MITC).

Rektor UMRAH, Agung Dhamar Syakti menjelaskan bahwa pembentukan pusat studi ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan institusi kepolisian.

Tujuannya adalah menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui kajian ilmiah yang aplikatif.

Salah satu pusat studi yang menjadi perhatian adalah pusat studi laut Natuna Utara, yang difokuskan untuk memperkuat kajian dan perlindungan wilayah kelautan strategis.

“Keberadaan pusat studi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan sektor kemaritiman,” ucapnya.

Adapun pusat 5 studi dan fasilitas yang diluncurkan meliputi:
1. Pusat Studi Laut Natuna
2. Pusat Studi Mitigasi Bencana
3. Sustainable Development Goals Center
4. Pusat Studi Kepolisian
5. Pusat Kajian Perencanaan, Infrastruktur, dan Kewilayahan
6 Mangrove Information Training Center (MITC)

Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan kepolisian dalam menyelesaikan persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurutnya, pendekatan berbasis riset akan membantu menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan tepat sasaran.

“Permasalahan kamtibmas tidak bisa diselesaikan sendiri. Perlu kajian akademis agar solusi yang diambil lebih efektif,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap inisiatif UMRAH, khususnya dalam penguatan sektor kemaritiman.

Ia menilai kehadiran pusat studi ini akan menjadi langkah strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan laut, termasuk ekosistem mangrove dan biota laut di wilayah Kepri.

“Ini merupakan langkah awal yang penting untuk mencegah kerusakan lingkungan laut sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan aparat penegak hukum,”pungkasnya.