Tanjungpinang,mejaredaksi – Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura meminta koordinasi lintas sektor diperkuat untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal di wilayah kepulauan.
Hal itu disampaikan Nyanyang saat memimpin Rakor Penyelenggaraan Program MBG di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, kondisi geografis Kepri menjadi tantangan dalam distribusi bahan pangan dan pemenuhan kebutuhan SPPG, terutama di wilayah terpencil.
“Pelaksanaan MBG harus kita kawal bersama agar berjalan aman, tepat sasaran, berkualitas dan berkelanjutan,” ucapnya.
Kepri juga masih bergantung pada pasokan telur dan ayam dari luar daerah. Karena itu, produksi pangan lokal perlu diperkuat untuk menjaga rantai pasok MBG.
Ia juga meminta pengawasan pemasok diperketat. Distributor SPPG wajib memenuhi perizinan dan standar, termasuk memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV).
Satgas MBG Kepri turut mendorong pemanfaatan pangan lokal, khususnya hasil perikanan, untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan program MBG.
Selain itu, Satgas Kepri telah mengusulkan pembentukan Kantor Pelayanan Gizi BGN di Kepri serta berkoordinasi dengan BGN terkait SPPG di wilayah terpencil.
Satgas juga merekomendasikan penghentian sementara SPPG Air Asuk, Anambas, setelah terjadi keracunan hingga proses perbaikan selesai dan memenuhi ketentuan.
“Program MBG bukan hanya soal penyediaan makanan, tetapi juga menyangkut keamanan pangan, ketepatan sasaran, pemberdayaan ekonomi lokal dan keberlanjutan program,” tegas Nyanyang.
Ia berharap pemerintah daerah, BGN, yayasan, SPPG dan seluruh pihak terkait terus memperkuat koordinasi agar MBG memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kepri.






