
Natuna, MR – Dua jenazah ditemukan di hari pertama perpanjangan masa pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Senin (13/3/2023).
Dua jenazah ditemukan di hari kedelapan pencarian, tertimbun material di Dusun Genting, Desa Pangkalan.
Kendati telah mengalami kerusakan akibat lamanya tertimbun material longsor, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kepri berhasil mengidentifikasi dua jenazah itu.
Sehari pasca berakhirnya masa tanggap darurat, korban meninggal dunia dalam bencana tanah longsor yang berdampak kerusakan pad 100 rumah warga ini berjumlah 48 orang. Satu jenazah hingga kini belum teridentifikasi.
Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman menerangkan, pencarian kembali akan dilanjutkan esok hari mengingat masih ada 6 warga yang dinyatakan hilang.
“Kami Tim SAR gabungan masih bersemangat untuk menemukan warga yang diyakini masih tertimbun material longsor,” ungkapnya.
Di hari pertama perpanjangan masa pencarian ini, pencarian oleh Tim SAR gabungan menggunakan tenaga manusia dan tiga alat berat.
Tiga alat berat fokus membersihkan material, memindahkannya, dan juga melakukan pembersihan drainase yang tersumbat hingga mengakibatkan beceknya medan pencarian.
Pengungsi Menjadi 2835 Orang
Sementara, data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Serasan menyatakan adanya penambahan jumlah warga yang diungsikan, dari sebelumnya 2234 orang pada Minggu (12/3/2023), menjadi 2835 orang pada hari ini.
Warga mengungsi ditempatkan di sebelas pos, yakni di PLBN, Pelimpak, Kampung Hilir, Batu Berian, Desa Payak, Tanjung Setelung, SMAN 1 Serasan, Desa Air Nusa, Jermalik, Arun Ayam, dan Air Ringau.
Jumlah Pengungsi terbanyak berada di Desa Payak, yakni berjumlah 552 orang.
Penulis/Editor : Andri






