Tanjungpinang, mejaredaksi – Upaya memperkuat ekonomi umat di bulan suci Ramadan kembali digencarkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Gubernur Ansar Ahmad memimpin langsung rapat persiapan Kepulauan Riau Ramadan Fair (KURMA) 2026 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Jumat (20/2/2026).
Berbeda dari sekadar agenda tahunan, KURMA 2026 diproyeksikan sebagai ekosistem ekonomi syariah terpadu. Sebanyak 500 pelaku UMKM ditargetkan merasakan langsung perputaran ekonomi selama Ramadan.
“KURMA harus menjadi penggerak ekonomi umat. Kita ingin pelaku UMKM benar-benar mendapatkan dampaknya, sekaligus masyarakat memperoleh kemudahan layanan publik,” tegas Ansar.
Rangkaian Bazar Ramadan telah dimulai sejak 20 Februari hingga 14 Maret 2026. Pembukaan resmi KURMA akan digelar 2 Maret 2026 di One Batam Mall, Kota Batam, memperluas dampak ke pusat pertumbuhan ekonomi utama Kepri. Sementara penutupan dijadwalkan 8 Maret 2026 di Kawasan Gurindam Dua Belas, Tanjungpinang, dan direncanakan dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Konsep tahun ini menggabungkan bazar UMKM, pelayanan publik, edukasi ekonomi syariah, promosi pariwisata, hingga kegiatan religi dalam satu kawasan. Masyarakat bisa mengurus berbagai kebutuhan sekaligus—mulai dari layanan Hak Kekayaan Intelektual, kepesertaan BPJS Kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan BPOM, pajak kendaraan, keimigrasian, konsultasi haji, zakat melalui Baznas, hingga sertifikasi halal.
Kolaborasi sektor keuangan juga diperkuat bersama Bank Indonesia dan OJK Kepri, melibatkan sejumlah bank nasional dan daerah untuk menghadirkan literasi serta layanan keuangan langsung di lokasi.
UMKM, Pasar Murah, dan Wisata
Tak hanya transaksi, KURMA 2026 juga menghadirkan pasar murah sembako guna menjaga stabilitas harga selama Ramadan. Area promosi wisata bertema bahari, nature, dan adventure turut ditampilkan, lengkap dengan pertunjukan seni budaya Melayu serta lomba religi seperti adzan, da’i, sholawat, kompang, hingga busana muslim.
Dengan konsep ini, Ramadan di Kepri bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga—tetapi juga menggerakkan ekonomi. Jika semua belanja bisa dilakukan di satu tempat sambil ngabuburit, siapa yang tidak tergoda mampir?
Ansar menegaskan, KURMA 2026 menjadi wujud komitmen pemerintah menghadirkan Ramadan yang khusyuk secara spiritual sekaligus produktif secara ekonomi.






