Tanjungpinang,mejaredaksi – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Langkah tersebut dilakukan agar perusahaan daerah yang telah menerima penyertaan modal dari pemerintah dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan evaluasi ini penting untuk mengukur efektivitas pengelolaan BUMD sekaligus memastikan keberadaan perusahaan daerah tidak menjadi beban bagi Anggaran APBD.
“Tujuannya agar BUMD tidak membebani APBD. Persoalan ini akan kita bahas bersama direksi, komisaris, dan seluruh unsur yang terkait dalam organisasi,” katanya, Selasa (09/6/2026).
Adapun empat BUMD yang akan dievaluasi yakni PT Pembangunan Kepri, PT Pelabuhan Kepri, BUMD Energi Kepri, dan Perumda Tirta Kepri.
Menurutnya, setiap BUMD harus mampu menunjukkan kinerja yang terukur dan memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.
Penyertaan modal yang diberikan pemerintah, lanjutnya, harus sejalan dengan peningkatan produktivitas perusahaan dan berdampak pada penerimaan daerah.
Ia menegaskan, Pemprov Kepri berharap seluruh BUMD dapat beroperasi secara profesional, sehat, dan berorientasi pada peningkatan PAD.
“Kami ingin keempat BUMD ini berjalan optimal, berkembang dengan baik, dan mampu menghasilkan PAD bagi Kepri,” tutupnya.











