Tanjungpinang,mejaredaksi – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, menegaskan Koperasi Merah Putih menjadi peran penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat di Kepri.
“Kalau Koperasi Merah Putih, kalau bicara infrastruktur saya kira tidak ada masalah, karena koperasi nanti menyesuaikan kebutuhan di wilayah masing-masing,” ujarnya, Selasa (05/5/2026).
Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan koperasi terletak pada tata kelola, termasuk proses seleksi manajer yang harus dilakukan secara ketat.
“Tinggal nanti kita koordinasi bagaimana koperasi aktif berjalan. Proses pemilihan manajer harus selektif, karena ada jaminan rantai pasok dan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan harga terjangkau,” jelasnya.
Sementara itu, Dinas Koperasi dan UMKM Kepri mencatat sebanyak 53 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah beroperasi di tujuh kabupaten/kota. Jumlah ini merupakan bagian dari target total 407 koperasi di seluruh wilayah Kepri.
Kepala Diskop UMKM Kepri, Riki Rionaldi, menyebutkan koperasi yang telah berjalan mencakup berbagai sektor usaha, mulai dari 35 gerai berbasis potensi daerah, 24 gerai sembako, hingga layanan apotek dan logistik.
“Data ini tersebar di seluruh Kepri dari total target 407 koperasi,” ujarnya.
Selain itu, sebanyak 37 koperasi lainnya akan segera beroperasi. Sebanyak 10 unit telah rampung 100 persen di Tanjungpinang, Batam, Bintan, dan Karimun, sementara 27 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan dan mendekati selesai.
Namun demikian, pihaknya mengakui masih terdapat tantangan dalam verifikasi lapangan akibat keterbatasan jangkauan dan anggaran.






