
Lingga, MR – Muhammad Ramadhan Sananta, Putra Kelahiran Daik, Kabupaten Lingga, Kepri Mengharumkan nama Indonesia sekaligus kampung halamannya di Daik, Kabupaten Lingga, Kepri, usai menjadi salah satu pahlawan Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-22 di SEA Games 2023 Kamboja.
Dua gol spektakuler yang dicetak Santana pada babak pertama final Indonesia versus Thailand, Selasa (16/5/2023) malam lalu, ditambah tiga Gol lainnya dari timnas pada babak perpanjangan waktu membuat indonesia meraih juara pertama pada Ajang sepak bola Sea Games 2023 Kamboja.
Aksi permainan Santana bersama timnas dibawah asuhan Indra Sjafri sekaligus mengukir sejarah menang melawan Thailand setelah 32 tahun.
Syahriman, Ayah Sananta saat berbincang di program Kabar Petang Tv One, Rabu (17/5/2023) menuturkan, Nanta, sapaan akrab Muhammad Ramadhan Sananta mengawali karirnya dengan bermain sepak bola di kampung halamannya. Dia yang saat itu berusia 5 tahun, dilatih bermain bola oleh pamannya sendiri, yang saat menjadi tim sepak bola di kampungnya Daik, Kabupaten Lingga.
“Lapangan bola memang berada tidak jauh dari rumah kami. Sananta bermain setiap hari di lapangan tersebut, Bahkan sampai lupa makan. Ditambah lagi, Paman Sananta merupakan seorang pelatih,” ujarnya.
Syahriman melanjutkan, saat SMP, Sananta mulai dipandang oleh Pemerintah daerah untuk mengikuti pekan olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kepri. Melihat potensinya Pemerintah Kepri mulai merekrut dan memfasilitasi pendidikan Sananta.
“Sejak kecil, hingga SMP, kemudian belajar di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Kepri,” lanjutnya.
Berlanjut ke karier sepak bola profesional, Syahriman mengaungkapkan, pada tahun 2021 Sananta bergabung dengan club PS Harjuna Putra yang bermain di Liga Divisi 3 Indonesia (Liga 3).
Bersama PS Harjuna Putra, Sananta berhasil menoreh 9 gol dari 12 pertandingan yang dia mainkan. Capaian Sananta tersebut membuat Persikabo 1973 tertarik, dan merekrutnya untuk menjadi ujung tombak lini depan. Namun bersama Persikabo 1973, Ramadhan Sananta hanya bermain sebanyak empat penampilan saja.
“Setelah di Liga 3, dia ke Liga 1 club Persikabo. Walaupun di Persikabo dia belum dipasangkan dengan layaknya profesional, tapi menurut kaca mata pelatih dia bisa menjadi pemain profesional yang hebat,” ungkap Syahriman.
Karir Sananta semakin naik ketika dikontrak selama satu tahun oleh PSM Makasar. Bersama PSM Makasar, Sananta menjadi peran penting dalam menguasai lini depan. Bahkan Sananta menjadi top skor PSM, dengan torehan gol sebanyak 11 gol.






