Bintan, mejaredaksi – Sejumlah wilayah di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, yang dilanda banjir sejak Jumat (10/1/2025) malam, kini mulai surut. Meski demikian, cuaca yang masih hujan membuat warga masih khawatir potensi banjir susulan.
Kondisi di Kampung Pisang dan Kampung Sei Datuk, Kecamatan Bintan Timur yang sebelumnya terendam banjir hingga lebih dari satu meter, kini berangsur pulih setelah intensitas hujan menurun sejak Sabtu malam.
Puluhan rumah warga yang dihuni sedikitnya 74 kepala keluarga yang terdampak telah terbebas dari genangan air.
Warga yang sempat mengungsi mulai kembali ke rumah mereka pada Minggu (11/1/2025) untuk membersihkan sisa lumpur dan kotoran akibat banjir. Namun, warga tetap diimbau waspada oleh aparat setempat.
“Kami meminta warga tetap berjaga-jaga karena cuaca masih hujan dan kemungkinan banjir susulan bisa terjadi,” ujar Hidayat, Ketua RW V Kampung Sei Datuk.
Hidayat menambahkan, kerugian akibat banjir kali ini belum dapat di taksir karena warga masih mendata dan fokus pada pembersihan.
“Di wilayah saya sekitar 20-an kepala keluarga terdampak, kampung sebelah (Kampung Pisang) ada lebih dari 40-an,” sebutnya.
Banjir yang melanda dua kampung tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi dan meluapnya waduk pengendali banjir yang tak mampu menampung debit air.
Amirah, salah seorang warga, mengungkapkan bahwa banjir sempat mencapai setinggi leher orang dewasa di rumahnya.
“Setinggi leher, rumah saya terendam semua, pintu jebol, perabotan, baju hanyut, basah semua” kata Amirah.

Hingga kini, pemerintah Kabupaten Bintan bersama relawan masih menyiagakan tenda darurat dan dapur umum untuk membantu warga terdampak.
Berdasarkan data dari BPBD Bintan, jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di Kampung Pisang dan Kampung Sei datuk berjumlah 74 KK. Ksementara jumlah KK yang terdampak banjir di tujuh Kecamatan di bintan mencapai 1.081 KK.
Penulis/Editor: Andri






