Tanjungpinang, mejaredaksi – Distribusi Beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kembali digulirkan di Tanjungpinang dan Bintan, setelah sempat dihentikan selama beberapa bulan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Bulog memastikan bahwa 2.500 ton beras SPHP siap disalurkan hingga akhir 2025, namun dengan mekanisme penyaluran yang lebih ketat dan berbasis digital.
“Penugasan penyaluran sudah diberikan, dan kami mulai distribusi di Tanjungpinang,” ujar Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, Senin (14/7/2025).
Berbeda dari sebelumnya, penyaluran beras kini wajib melalui tiga saluran resmi, yaitu mitra pasar, Koperasi Kelurahan Desa (Kopdes) Merah Putih, dan Dinas Pangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan mencegah penyimpangan.
Beras SPHP dijual ke masyarakat dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp13 ribu per kilogram. Namun, setiap pembelian kini harus didokumentasikan secara digital.
“Pembeli wajib difoto dan diunggah ke aplikasi Bulog. Ini untuk menjaga akuntabilitas dan ketepatan sasaran penyaluran,” jelas Arief.
Saat ini, gudang Bulog Tanjungpinang memiliki cadangan 2.500 ton beras SPHP yang diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan warga Tanjungpinang dan Bintan hingga lima bulan ke depan.
Dengan sistem distribusi baru ini, pemerintah berharap masyarakat tetap dapat mengakses beras murah secara merata dan transparan.






