Tanjungpinang, mejaredaksi – Euforia malam pergantian tahun 2026 di kawasan Gurindam 12, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menyisakan persoalan klasik yaitu sampah. Alih-alih disambut suasana segar di hari pertama tahun baru, kawasan ikon kota itu justru dipenuhi tumpukan sampah pada Kamis (1/1/2025).
Pantauan di lapangan menunjukkan sampah berserakan mulai dari kawasan Tugu Sirih hingga taman depan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri. Sisa plastik makanan, botol minuman, hingga kantong sampah tampak menumpuk dan sebagian terbawa angin hingga ke badan jalan.
Ironisnya, sejumlah kantong sampah terlihat sudah dikumpulkan, namun belum diangkut oleh petugas kebersihan hingga siang hari. Kondisi ini memicu keluhan dari para pengunjung yang datang untuk menikmati suasana pagi di ruang publik tersebut.
Pandu (25), salah satu pengunjung, menyayangkan perilaku masyarakat yang merayakan malam tahun baru tanpa memikirkan dampaknya. Ia menilai kawasan Gurindam 12 seharusnya dijaga bersama, bukan dijadikan tempat “buang kenangan plus sampah”.
“Tidak enak dilihat. Sampahnya di mana-mana, bahkan sampai terbang ke jalan. Harusnya masyarakat bisa lebih sadar dan tidak buang sampah sembarangan,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Tria, pengunjung lainnya. Ia menegaskan bahwa kebersihan kawasan wisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga masyarakat sebagai pengguna ruang publik.
“Biasanya pagi-pagi sudah bersih, tapi ini sudah siang masih berserakan. Pemerintah memang harus cepat membersihkan, tapi kesadaran masyarakat juga penting,” katanya.
Kondisi ini menjadi catatan awal tahun bagi pengelolaan ruang publik di Tanjungpinang. Perayaan boleh meriah, tapi meninggalkan sampah.






