Batam, mejaredaksi – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan kapal tunda Tugboat ASL Mega yang terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Batam, resmi ditutup pada Minggu (8/3). Penutupan dilakukan setelah korban terakhir berhasil ditemukan dalam kondisi selamat meski sempat terjebak selama tiga hari di dalam badan kapal.
Korban bernama Yusuf Tangkil (57) ditemukan oleh tim penyelam sekitar pukul 05.10 WIB di ruang mesin kapal yang terbalik. Saat ditemukan, korban masih hidup karena bertahan di dalam kantong udara (air pocket) di dalam ruangan tersebut.
Kepala Basarnas Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan pencarian pada hari ketiga difokuskan pada penyisiran bagian dalam kapal sesuai rencana operasi yang telah disusun tim SAR gabungan.
“Korban terakhir berhasil ditemukan dalam kondisi selamat di ruang mesin kapal. Ia dapat bertahan hidup karena adanya kantong udara di dalam lambung kapal,” ujar Fazzli.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke RS Mutiara Aini Batam untuk mendapatkan perawatan medis.
Operasi hari ketiga dimulai sejak pukul 04.30 WIB dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk tim penyelam dari PT ASL Batam yang melakukan penyelaman ke dalam lambung kapal.
Berita terkait: Kapal Terbalik Saat Menarik Kargo di Perairan Tanjung Uncang Batam, 3 ABK Tewas dan 1 Masih Hilang
Dengan ditemukannya seluruh korban, tim SAR gabungan melakukan debriefing pada pukul 06.00 WIB dan menyatakan operasi SAR selesai.
Total korban dalam insiden ini berjumlah lima orang, terdiri dari dua korban selamat dan tiga korban meninggal dunia.






