Bintan, mejaredaksi – Upaya penyelamatan dramatis dilakukan tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Tanjungpinang terhadap seorang penumpang KMP Sembilang yang mengalami kondisi kritis di perairan Pulau Lobam, Minggu (5/4/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Jeffry Setiawan (40), warga Kedoya Utara, Jakarta Barat, yang mendadak mengalami sesak napas berat saat kapal berlayar dari Kuala Tungkal menuju Batam. Kondisinya terus menurun meski sempat mendapatkan bantuan oksigen dari kru kapal, hingga akhirnya tidak sadarkan diri.
Laporan darurat diterima tim SAR sekitar pukul 05.55 WIB dari pihak KSOP Kijang. Tanpa menunggu lama, enam personel rescue langsung dikerahkan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) menuju lokasi kapal yang berada sekitar 11,3 mil laut dari Dermaga Dompak.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 06.50 WIB, tim SAR langsung melakukan pemeriksaan awal. Namun, korban diduga telah mengalami henti napas dan henti jantung sebelum proses evakuasi dilakukan.
Kepala KPP Tanjungpinang, Fazzli, menegaskan bahwa tim telah bergerak maksimal sejak laporan diterima.
“Begitu informasi kami terima, tim langsung bergerak cepat ke lokasi. Namun saat tiba di kapal, kondisi korban sudah sangat kritis dan terindikasi henti jantung,” ujar Fazzli.
Korban kemudian dievakuasi ke RBB dan dilarikan menuju Dermaga Telaga Punggur, Batam, untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Sayangnya, setibanya di dermaga sekitar pukul 08.05 WIB, tim dokter menyatakan korban telah meninggal dunia.
Jenazah selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk penanganan lebih lanjut.
Fazzli juga mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Operasi berjalan lancar meskipun hasil akhirnya tidak seperti yang diharapkan,” tambahnya.
Operasi SAR resmi ditutup setelah proses evakuasi selesai, dan seluruh personel kembali ke satuan masing-masing.






