Tanjungpinang,mejaredaksi – Meningkatnya kasus Malaria di Tanjungpinang membuat masyarakat diminta lebih waspada dengan menerapkan langkah pencegahan yang efektif.
Dinas Kesehatan menegaskan bahwa malaria ditularkan melalui gigitan Nyamuk Anopheles yang berkembang biak di lingkungan lembap seperti rawa dan genangan air.
Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam, mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam memutus rantai penularan.
“Kami mengajak masyarakat untuk aktif melakukan pencegahan melalui pola hidup bersih dan menjaga lingkungan agar tidak menjadi sarang nyamuk,” ujarnya, Jumat (01/5/2026).
Salah satu langkah utama yang harus diterapkan gerakan 3M, yaitu Menguras tempat penampungan air seperti bak mandi dan drum secara rutin.
Lalu, Menutup rapat wadah penampungan air agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Selanjutnya, Mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang bisa menampung air hujan.
Selain itu, masyarakat juga disarankan melakukan langkah tambahan, seperti menggunakan kelambu saat tidur, terutama di wilayah rawan seperti Senggarang dan Kampung Bugis.
Penggunaan lotion atau obat anti nyamuk juga penting, khususnya saat beraktivitas di luar rumah pada malam hari ketika nyamuk lebih aktif.
Ia juga menganjurkan warga mengenakan pakaian tertutup seperti baju lengan panjang dan celana panjang guna mengurangi risiko gigitan.
Jika mengalami gejala seperti demam tinggi, menggigil, sakit kepala, dan lemas, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
“Penanganan dini sangat penting agar malaria tidak berkembang menjadi lebih parah,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung upaya pemerintah seperti fogging dan edukasi kesehatan di lingkungan masing-masing.
“Dengan menerapkan 3M dan langkah pencegahan lainnya secara konsisten, diharapkan penyebaran malaria di Tanjungpinang dapat ditekan,” tutupnya.






